Bagaimana Al Aqsa Terbakar

*Bagaimana Al Aqsa dibakar pada tahun 1969?*
_21/8/2016, Pukul 20:12 (Makkah Al Mukarromah)_
Tanggal 21 Agustus 1969, seorang ekstrimis Australia bernama Denis Michael masuk ke dalam masjid Al-Aqsa dari pintu Magharibah dan membakar Musholla al-Qibli Masjid al-Aqsa. Ini merupakan rangkaian tindakan penistaan terhadap Al Aqsha yang dilakukan oleh penjajah Israel sejak tahun 1948 dengan tujuan untuk menghapuskan identitas peradaban Islam di kota Al Quds.
*Kebakaran*
Kebakaran terjadi di bagian sayap timur Musholla al-Waqi’ di sisi selatan Masjid al-Aqsa. Api terus menjalar ke seluruh komplek Masjid al- Aqsa. Atap, sajadah, ornamen langka, dan seluruh yang ada di dalamnya termasuk mushaf dan perabotan lainnya ikut hangus terbakar. Sebagian besar bangunan rusak.  Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merenovasi bangunan dan membuat kembali ornamen-ornamennya seperti sedia kala.
Api juga melahap Mimbar legendaris Masjid al-Aqsha. Shalahudin al- Ayyubi memboyong minbar tersebut dari kota Aleppo ketika kaum muslimin berhasil merebut kembali Baitul Maqdis tahun 1187 masehi. Mimbar yang indah ini memiliki kedudukan istimewa. Karena dibuat atas perintah Sulthan Nuruddin Zanky  khusus untuk hari pembebasan al-Aqsa.
Belakangan diketahui bahwa bahan yang digunakan untuk membakar area Masjid Al Aqsa sudah disiram di dalam dan di luar komplek Masjid Al Aqsa.
Sementara itu,  penjajah Israel telah memutus saluran air yang mengarah ke Musholla al-Qibli dan sekitarnya. Mereka juga menghambat pengiriman pemadam kebakaran. Warga Palestina bergegas memadamkan api dengan pakaian-pakaian mereka dan air yang ada di sumur-sumur Masjid Al Aqsa.
Menurut laporan salah seorang penduduk al-Quds ats-Tsamanini, Usman Al Halbi kepada Al Jazeera Net (dalam  artikel yang berjudul (pent) : Pembakaran al- Aqsa akan terus melekat dalam ingatan warga al-Quds), “Bahwa memadamkan api dengan cara konvensional justru menyebabkan api semakin meluas membakar bagian-bagian mushala.
*Tuduhan Israel*
Israel mengklaim bahwa penyebab utama kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik. Namun  para insinyur Arab memastikan kebakaran disebabkan perbuatan seseorang. Israel lalu menuduh seorang pemuda Australia bertanggung jawab dan akan akan menyeratnya ke pengadilan. Tidak lama kemudian pemuda ini dinyatakan gila dan dibebaskan.
*Bantahan*
Peristiwa Pembakaran Al Aqsha memicu kecaman International.  Dewan keamanan Internasional mengeluarkan resolusi no.  271 tahun 1969 dari 11 suara mayoritas dan penolakan 4 negara termasuk Amerika Serikat. Resolusi tersebut mengutuk tindakan Israel dan meminta mereka untuk membatalkan seluruh proyek yang merubah kondisi asli al-Quds.
Dalam resolusi disebutkan bahwa  Dewan keamanan Internasional menyampaikan rasa duka cita atas  kerusakan parah di Masjid al- Aqsa akibat kebakaran 21 Agustus 1969 yang dilakukan oleh penjajah Israel. Kebakaran juga menyebabkan kerugian yang menimpa situs kemanusiaan.
Para pemimpin negara-negara Arab Islam amat murka atas peristiwa tersebut. Mereka melakukan pertemuan  di Rabat pada 25 September 1969 dan memutuskan untuk mendirikan Organisasi Konferensi Islam dengan beranggotakan tiga puluh negara Arab dan Islam. Lalu pada tahun 1976 Al Quds Fund didirikan.
Pada tahun berikutnya,  didirikan Komite Al Quds di bawah pimpinan almarhum Raja Maroko Hassan II.  Tujuan pendirian komite untuk menjaga kota Al Quds dan situs suci Islam di dalamnya dari aktivitas yahudisasi yang dilakukan oleh penjajah Israel.
Sebaliknya, Perdana Menteri  Israel Golda Meir menomentari sikap negara-negara Arab tersebut : “Ketika Masjid al-Aqsa dibakar, saya tidak bisa tidur malam itu, saya pikir Israel akan hancur.  Namun ketika pagi hari tiba, saya menyadari bahwa orang-orang Arab sedang dalam keadaan tidur nyenyak.”
*Renovasi*
Satu tahun setelah kebakaran Musholla al- Qibli, renovasi dimulai dengan pembentukan Komite Rehabilitasi Al-Aqsa. Penghalang batu bata dipasang memisahkan seperempat Musholla al-Qibli yang terbakar habis dengan lorong-lorongnya yang tidak terbakar.
Mimbar Nuruddin Zanky digantikan dengan mimbar sementara yang terbuat dari besi.  Proses renovasi berlanjut sampai tahun 1986. Batu bata tersebut dipindahkan dan sholat dilanjutkan di bagian Selatan masjid. Mimbar besi itu tetap ada sampai tahun 2006, sementara  mimbar duplikat sedang dibuat.
Pemerintah Yordania telah menyiapkan mimbar duplikat yang mirip dengan mimbar Nuruddin Zanky dan diletakkan pada tahun 2006.
Sumber : aljazeera.net
Alih Bahasa: Ana Rahmawati
Editor: Bannasari
*Adara Relief International*

Leave a Reply