Asosiasi Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) pada Jumat (12/7) mendesak penghentian genosida terhadap rakyat Palestina oleh Israel, yang mereka sebut semakin berani melakukan kejahatan akibat impunitas selama puluhan tahun. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, dalam pembukaan Konferensi Tingkat Menteri Asia Timur ke-15 di Kuala Lumpur, mewakili ASEAN sebagai ketua blok saat ini.
“Konflik terpanjang dalam sejarah modern, yang berakar pada pendudukan yang tidak sah dan tidak adil atas wilayah Palestina, harus segera diakhiri,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa delapan dekade tanpa pertanggungjawaban telah membuat Israel berani melakukan genosida secara terang-terangan, termasuk melalui kelaparan massal yang menimpa bayi dan anak-anak.
“Ini tidak dapat diterima. Tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Ini harus dihentikan,” tegas Hasan, sebagaimana tercantum dalam transkrip resmi pidatonya di situs Kementerian Luar Negeri Malaysia.
ASEAN, lanjutnya, mendukung semua upaya perdamaian baik di Timur Tengah maupun Ukraina, dan menyerukan penyelesaian damai berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan hukum internasional.
Sejak Oktober 2023, militer Israel telah membunuh hampir 57.800 warga Palestina di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Serangan brutal ini telah menghancurkan infrastruktur, menyebabkan kelangkaan pangan, serta wabah penyakit di wilayah yang terkepung.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga sedang menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di Gaza.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/asia-pacific/southeast-asian-bloc-urges-end-to-genocide-of-palestinians-by-emboldened-israel/3627740
https://www.#/20250711-southeast-asian-bloc-urges-end-to-genocide-of-palestinians-by-emboldened-israel/







