AS sedang mempertimbangkan untuk menolak visa bagi orang Israel yang melakukan kekerasan dan kejahatan terhadap warga Palestina, lapor Israel Hayom. Kedutaan Besar AS di Al-Quds (Yerusalem) tampaknya sedang memeriksa dengan cermat kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang Israel terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat.
Menurut laporan itu, kedutaan sedang mempertimbangkan untuk memasukkan nama-nama orang Israel yang terbukti melakukan kekerasan ke dalam daftar orang yang tidak akan mendapatkan visa AS dengan mudah. Peraturan untuk masuk permanen ke AS menunjukkan bahwa individu yang telah melakukan tindakan kekerasan atau menghasut kekerasan akan masuk ke dalam daftar orang yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa. Hal tersebut tetap berlaku meskipun mereka tidak pernah diadili atau dihukum di pengadilan.
Kebijakan baru tersebut diperkirakan akan memengaruhi para pemukim yang tinggal di Tepi Barat. Langkah tersebut dilakukan dalam konteks perubahan pemerintahan di Israel dan munculnya pengaruh partai-partai sayap kanan ekstrem yang telah menjadi bagian dari koalisi pemerintahan dan diyakini terlibat dalam kejahatan terhadap warga Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







