Angkatan Laut Israel telah melakukan lebih dari 200 tindakan agresif terhadap nelayan Palestina dan peralatan mereka di lepas pantai Jalur Gaza, menurut laporan Palestina yang dirilis pada Minggu (27/8).
Zakaria Bakr, koordinator Komite Persatuan Nelayan di Gaza, melaporkan bahwa rata-rata tingkat serangan bulanan yang menargetkan nelayan Palestina selama beberapa bulan terakhir berkisar antara 30 hingga 40 serangan. Penyerangan tersebut terjadi dalam berbagai tindakan, antara lain pengejaran, penembakan, hingga penangkapan langsung terhadap nelayan yang sedang melaut.
Pasukan Israel bahkan seringkali menyita perahu dan peralatan penangkapan ikan para nelayan, menjadikan mereka sasaran agresi langsung dengan menggunakan peluru tajam atau meriam air. Dalam beberapa kasus, mereka memberlakukan penutupan laut, yang secara efektif menghalangi para nelayan untuk melakukan operasi mereka.
Dalam jangka waktu tersebut, angkatan laut Israel menahan total 27 nelayan, meski kemudian dibebaskan. Selain itu, sejak awal tahun ini, Israel menargetkan kapal nelayan dengan 100 insiden tembakan yang dilaporkan. Serangan tersebut mengakibatkan banyak nelayan terluka.
Bakr menekankan bahwa serangan Israel telah meningkat sejak tahun 2006, dengan rata-rata sekitar 350 serangan tahunan terhadap nelayan. Rata-rata penangkapan tahunan mencapai 50 kasus, sedangkan rata-rata cedera tahunan selama periode ini berjumlah 25 kasus.
Pihak berwenang Israel sesekali menyesuaikan wilayah penangkapan ikan yang diizinkan di lepas pantai Gaza. Ini bervariasi antara batas maksimum 15 mil laut dan minimum 6 mil. Namun, organisasi hak asasi manusia menegaskan bahwa penyesuaian ini pada akhirnya menyebabkan nelayan beroperasi di zona “nol mil” karena agresi yang berulang-ulang.
Dengan sekitar 4.500 nelayan yang melaut di wilayah tersebut, tuntutan mereka akan perlindungan internasional, diakhirinya blokade maritim, diperbolehkannya peralatan penangkapan ikan dan mesin kapal, serta penghentian manipulasi wilayah penangkapan ikan, sangat penting untuk menjamin penghidupan dan keselamatan mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








