Seorang anak Palestina terbunuh di Jalur Gaza setelah amunisi yang yang ditinggalkan oleh tentara Israel meledak, menurut laporan media pada Sabtu (8/11). Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip sumber setempat, melaporkan bahwa ledakan terjadi di kota Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza.
Sisa-sisa amunisi yang digunakan oleh tentara Israel selama serangan di Gaza terus menjadi ancaman serius bagi warga Palestina. Meskipun gencatan senjata telah menghentikan pertempuran aktif, sisa-sisa perang yang ditinggalkan pasukan Israel masih terus merenggut nyawa.
Menurut data pemerintah Palestina, terdapat sekitar 20.000 peluru dan roket yang belum meledak dan tersebar di seluruh wilayah Gaza. Proses pembersihan diperkirakan akan memakan waktu antara 20 hingga 30 tahun, sementara hingga kini peralatan untuk operasi penjinakan ranjau belum diizinkan masuk ke wilayah tersebut.
Gaza kini menyerupai ladang ranjau terbuka yang sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, yang merupakan kelompok yang paling rentan karena mereka sering kali tidak menyadari bahaya mematikan yang ditimbulkan oleh sisa bahan peledak tersebut.
Sumber: AA, MEMO








