Laporan terbaru dari Haaretz mengungkap kondisi memilukan yang dialami anak-anak Palestina di Penjara Megiddo, Israel. Anak-anak berusia 16 hingga 17 tahun yang ditahan karena pelanggaran ringan seperti melempar batu, mengalami kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis yang serius. Seorang remaja bahkan meninggal dunia pada Maret lalu akibat kekurangan gizi ekstrem, dengan hasil autopsi menunjukkan tidak ada lemak tubuh tersisa dan infeksi kulit parah akibat scabies.
Para tawanan mengaku hanya diberi makanan dalam jumlah sangat minim—seperti dua sendok makan nasi atau satu sendok kecil labneh. Empat tawanan memberikan kesaksian tertulis mengenai kelaparan dan penyakit akibat kurangnya perawatan. Penyakit kulit seperti scabies menyebar luas akibat kondisi penjara yang kotor dan penuh sesak.
Penyiksaan juga menjadi praktik sistematis. Seorang tawanan mengaku dipukuli hingga mengalami dislokasi rahang, disemprot gas ke wajah, dan dipaksa berlutut dengan tangan di kepala. Kasus kematian akibat penyiksaan telah terjadi, termasuk yang dialami seorang pria dari Qarawat Bani Hassan pada November 2023 dan seorang lainnya dari Nablus pada Januari lalu, keduanya menunjukkan luka dalam yang parah.
Meski kasus-kasus ini sangat serius, investigasinya dibungkam dengan perintah larangan publikasi, dan tidak ditangani oleh unit penyelidikan khusus sipir penjara, sehingga para pelaku tetap bebas dari pertanggungjawaban. Amnesty International telah mengecam perlakuan Israel terhadap tawanan Palestina sebagai perlakuan kejam dan ilegal. Pemindahan warga dari wilayah pendudukan ke wilayah penjajah disebut sebagai kejahatan perang dalam hukum internasional.
Sementara itu, kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat juga terus meningkat. Pada Ahad dini hari (14/7), pasukan Israel melakukan penggerebekan di berbagai wilayah termasuk Salfit, Nablus, Jenin, Ramallah, Betlehem, dan Hebron. Setidaknya 15 warga Palestina ditangkap, rumah-rumah digeledah, dan warga diserang.
Di sisi lain, pemukim ilegal Israel membakar bangunan pertanian di Deir Dibwan, timur Ramallah, dengan melemparkan bahan pembakar ke wilayah pertanian milik warga. Sebelumnya, mereka juga mencuri beberapa ekor domba dari kawasan tersebut. Serangan seperti ini menjadi bagian dari gelombang kekerasan yang terus terjadi: lebih dari 2.150 serangan pemukim tercatat hanya dalam enam bulan pertama tahun ini, membunuh empat warga Palestina.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/palestinian-children-face-starvation-abuse-inside-israeli-jail
https://www.#/20250713-israeli-forces-arrest-15-palestinians-illegal-settlers-burn-agricultural-structure-in-occupied-west-bank/








