Amerika Serikat dilaporkan telah memberi lampu hijau kepada Israel untuk melaksanakan “operasi khusus” di Jalur Gaza. Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa persetujuan tersebut dibahas dalam pertemuan keamanan selama lebih dari empat jam yang meninjau perkembangan situasi di empat front utama, yakni Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.
Menurut laporan media Israel lainnya, kabinet Israel dijadwalkan menggelar rapat pekan depan untuk membahas isu Gaza, Lebanon, dan Iran. Seorang pejabat senior Israel menyatakan bahwa rekonstruksi Gaza tidak akan dimulai kecuali Hamas melucuti persenjataannya. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada kelanjutan ke tahap kedua kesepakatan apa pun tanpa pelucutan senjata, serta menolak kemungkinan masuknya pasukan Turki ke Gaza.
Laporan ini muncul di tengah berlanjutnya perdebatan internal Israel mengenai opsi militer dan politik di Gaza, serta meningkatnya ketegangan kawasan yang melibatkan sejumlah front di wilayah sekitarnya.
Sumber:
MEMO
![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan akibat serangan Israel di Jabalia, Gaza pada 6 Januari 2026. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260106-40172919-40172896-DAILY_LIFE_IN_ISRAELRAVAGED_JABALIA_GAZA-1-750x375.webp)







