Gubernur Al-Quds memperingatkan upaya kelompok Israel untuk menciptakan realitas keagamaan baru di Al-Aqsa melalui ritual dan doa Yahudi di sekitar Bab al-Rahma.
Pemerintah Al-Quds menyebut ritual tersebut Israel lakukan berulang dalam beberapa pekan terakhir. Praktik itu melampaui ritual musiman dan Israel arahkan menjadi kegiatan ibadah rutin.
Pemerintah Al-Quds mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Temple groups secara aktif mempromosikan narasi provokatif melalui media sosial. Mereka fokus menargetkan kesakralan sisi timur tembok Al-Aqsa, khususnya wilayah Bab al-Rahma.
Baca juga: Serangan Israel di Gaza Membunuh Ibu Hamil dan Janinnya di Al-Mawasi, Khan Yunis
Propaganda digital tersebut kini mulai Israel terjemahkan ke dalam tindakan nyata di lapangan. Tindakan itu termasuk seruan terbuka untuk menggelar doa mingguan di lokasi tersebut yang dimotori oleh tokoh-tokoh radikal. Tokoh tersebut seperti mantan perwira militer Israel, Uri Ohayon. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, rangkaian pertemuan dan ritual kelompok tersebut mereka gelar persis di dekat area pemakaman muslim, sebuah tindakan provokatif yang secara sengaja menginjak-injak kesucian situs warisan Islam.
Bab al-Rahma merupakan salah satu gerbang Al-Aqsa yang berada di bagian timur kompleks masjid. Status wakaf Al-Aqsa mencakup halaman, ruang salat, tembok, gerbang, dan seluruh bangunannya.
Pemerintah Al-Quds memperingatkan normalisasi ritual tersebut dapat membuka jalan bagi perluasan aktivitas kelompok Temple di sekitar Al-Aqsa.
Pada Ahad (13/9), sebanyak 593 pemukim Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa. Pada saat yang sama, akses jemaah Palestina menuju situs tersebut Israel batasi selama perayaan Tahun Baru Yahudi.
Menurut pemerintah Al-Quds, langkah tersebut memperkuat kekhawatiran tentang upaya mengubah status dan identitas Al-Aqsa.
Sumber: TRT World







