Adara kembali menggelar Al-Quds Global Week 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari-4 Maret 2022. Acara ini merupakan bagian dari “Pekan Al-Quds International” yang berisi kampanye global, dan terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap nilai keadilan maupun perikemanusiaan.
Kampanye tersebut bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj umat Islam setiap kali memasuki akhir bulan Rajab. Peristiwa Isra Mi’raj sangat berkaitan dengan masjid Al-Aqsa, sehingga Al-Aqsa dan kaum muslimin memiliki keterpautan yang erat; ia adalah milik umat, bukan sekadar milik Palestina atau pun penduduk Al-Quds.
Dalam hal ini, Adara menyelenggarakan serentetan acara berupa Al-Quds Global Week Awareness, Kreasi Foto dengan Twibbon Spesial Edisi Al-Quds Global Week, Peluncuran Newsletter, Kajian Tafsir Ayat-Ayat Baitul Maqdis, dan Al-Aqsa Berkisah.
Kajian Tafsir Ayat-Ayat Baitul Maqdis yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 26 Februari lalu diisi oleh Ustadz Dr. Saiful Bahri dan membahas tafsir ayat-ayat Al Qur’an tentang Baitul Maqdis. Acara yang berlangsung secara virtual melalui zoom meeting dan kanal youtube Adara tersebut, dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif Adara Sri Vira Chandra. Dalam sambutannya, Sri Vira Chandra mengatakan, “Jikalau Nabi Muhammad SAW adalah hamba yang dipilih Allah dalam peristiwa Isra Mi’raj, maka sepatutnya kita bersyukur bahwa kita termasuk bagian dari hamba-Nya yang telah dipilih untuk memperjuangkan dan mempedulikan pusat keberkahan umat Islam itu.“
Selepas sambutan, Kajian Tafsir Ayat-Ayat Baitul Maqdis pun dimulai. Ada tiga poin utama yang Ustadz Dr. Saiful Bahri sampaikan, yaitu pengenalan Baitul Maqdis (nama-nama dan sekilas sejarahnya), ayat-ayat Baitul Maqdis (makna/isyarat), dan posisi Baitul Maqdis dalam Al-Qur’an (urgensi, keberkahannya).
“Masjid Al-Aqsa mempunyai banyak nama, jika dihitung mencapai 22 nama antara lain Al-Masjid Al-Aqsa, Bait Al-Maqdis, Al-Baitu Al-Muqaddas, Masjid Elia, Baitu Al-Qudus, Sallam, Dar As-Salam, Uri Salem, dan lain sebagainya,” ucap Saiful Bahri.
“Dahulu, Nabi Adam lah yang membuat batas masjid. Dilanjutkan dengan Nabi Ibrahim yang membangun Al-Aqsha kemudian menetap di Hebron. Sampai akhirnya terjadi beberapa konflik hingga Perang Salib dan jatuhnya kota suci Baitul Maqdis,” lanjutnya.
“Kita masuk pada pembahasan tafsir ayat-ayat Al Qur’an tentang Baitul Maqdis. Terdapat 11 ayat Al-Qur’an terkait hal ini. Yang pertama, peristiwa Isra Mi’raj dalam surah Al-Isra’:1. Nabi Muhammad SAW dipilih Allah untuk melakukan perjalanan pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa. Selanjutnya, kaum yang berbuat kerusakan, surah Al- Isra’:4. Setelah itu, akibat dari pengrusakan (surah Al- Isra’:7).”
Ustadz Dr. Saiful Bahri, Lc, M.A yang merupakan Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI tersebut menjelaskan, “Pada surah Al-A’raf:137 dan Al-Anbiya’:71 berisi tentang bumi yang diberkahi. Di mana ayat ini bercerita tentang hancurnya apa yang dibuat Fir’aun, serta Nabi Luth dan beberapa pengikutnya yang meninggalkan negeri Sodom untuk hijrah ke Baitul Maqdis. Bumi yang diberkahi berlanjut pada surah Al-Anbiya’:81 dan Saba’:18.”
“Selanjutnya, Al-Maidah:21 berisi tentang tanah suci yang dijanjikan. Pada surah At-Tin:1-3, berisi mengenai buah tin, zaitun, dan bukit Sinai. Lalu surah Al-Baqarah:259 yang menjelaskan tentang kerusakan di Baitul Maqdis. Terakhir, surah Maryam:22 berisi tentang kelahiran Nabi Isa. Saat Maryam mengandung, ia menjauh dari pusat kota ke ketepian Baitul Maqdis (di antara Baitul Maqdis dan Betlehem).”
Kajian Tafsir Ayat-Ayat Baitul Maqdis yang berlangsung selama dua jam ini dilanjutkan dengan penjelasan poin ketiga, yaitu kedudukan Baitul Maqdis dalam Al-Qur’an. “Baitul Maqdis merupakan masjid suci umat Islam yang dianjurkan untuk kita beribadah di dalamnya, para nabi dan utusan Allah sangat berkaitan dengan Baitul Maqdis karena beberapa peristiwa penting terjadi di sini. Tak hanya itu, Baitul Maqdis juga merupakan tempat mansyar dan makhsyar manusia pada hari kiamat,” tutupnya.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


