• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Al-Mawasi: Tempat Pembantaian Mengerikan yang Diklaim sebagai “Wilayah Aman” di Gaza

by Adara Relief International
Juli 15, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Al-Mawasi: Tempat Pembantaian Mengerikan yang Diklaim sebagai “Wilayah Aman” di Gaza
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Al-Mawasi dulunya adalah tempat keindahan di sepanjang pantai Jalur Gaza. Membentang sekitar 12 km antara Khan Younis dan Rafah, al-Mawasi adalah salah satu area pantai yang paling megah, dengan bukit pasir emas yang bergelombang. Lanskapnya yang indah, matahari terbenam yang menakjubkan, dan angin laut yang menenangkan membuatnya menjadi tempat populer bagi keluarga.

Namun, al-Mawasi, tempat pantai yang tenang itu, kini tidak ada lagi. Genosida Israel telah mengubahnya dari area rekreasi menjadi area kengerian tanpa akhir.

Pada akhir Oktober, saat pesawat-pesawat Israel menghujani bom dan rudal di seluruh Jalur Gaza, pasukan pendudukan Israel (IOF) menetapkan al-Mawasi sebagai “area aman” tempat warga sipil Palestina yang melarikan diri dari agresi Israel dapat menemukan keselamatan. Komandan Israel kemudian mengklaim bahwa mereka menganggapnya sebagai “zona aman permanen”.

Meskipun hampir tidak ada infrastruktur di al-Mawasi dan badan-badan kemanusiaan memperingatkan bahwa area itu tidak cocok untuk kamp pengungsian, ratusan ribu warga Palestina dari Gaza City, Khan Younis, dan kemudian Rafah berbondong-bondong ke sana. Hal itu karena mereka tidak memiliki tempat lain untuk pergi.

Banyak yang mendirikan tempat penampungan darurat dengan lembaran plastik atau selimut, yang hampir tidak bisa melindungi martabat keluarga mereka. Kehidupan di kamp sangat menyedihkan, dengan kelaparan, penyakit, dan kehausan mengancam para penghuninya.

Pada bulan Februari, IOF menyerang al-Mawasi, termasuk rumah aman untuk staf dan anggota keluarga Doctors Without Borders (MSF). Mereka membunuh dua orang dan melukai enam orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Pada akhir Mei, IOF mengebom area itu lagi. Mereka membunuh setidaknya 21 warga Palestina, termasuk 12 perempuan. Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Pengadilan Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan genosida di Rafah.

Lagi-lagi, pada tanggal 21 Juni, IOF membunuh setidaknya 25 warga Palestina dan melukai 50 orang lainnya.

Ini hanyalah beberapa contoh serangan terus-menerus dari IOF, yang tidak banyak diperhatikan oleh media Barat dan hanya sedikit detail yang diberikan selain penyangkalan dari pihak Israel.

Ghada Ageel, salah satu kontributor Al Jazeera bercerita, “pada 27 Juni, aku terbangun oleh pesan dari seorang dokter dalam keluargaku. Hatiku hancur saat membaca deskripsinya tentang serangan lain di al-Mawasi. Kali ini, IOF menargetkan al-Shakush dan area taman regional.”

“Area ini penuh dengan orang-orang yang mengungsi, tenda-tenda pengungsian, dan tempat penampungan sementara. Orang-orang tinggal hidup berdesakan,” kata dokter tersebut.

“Tank-tank masuk tanpa peringatan, melindas beberapa tenda dan melepaskan tembakan tanpa pandang bulu. Saya melihat orang-orang melarikan diri dengan ketakutan. Beberapa berhasil mengambil sedikit barang pribadi mereka, sementara yang lain pergi tanpa apa-apa”.

“Banyak yang berbaring datar di tanah menjauh dari tembakan. Yang lain berlindung di tempat penampungan yang tersedia, sementara beberapa duduk di jalan, menunggu mimpi buruk yang tak berujung.” tambah dokter itu.

“Hari ini, saya pergi ke rumah sakit dan melihat banyak orang terluka dari daerah itu,” pesan tersebut berlanjut. “Proses tanpa henti untuk mengejar, menganiaya, dan memburu orang-orang dari satu tempat ke tempat lain, mirip dengan monster yang memburu mangsanya, berada di luar pemahaman saya.”

Keesokan harinya, saya menerima kesaksian dari dokter lain yang juga menyaksikan apa yang terjadi di al-Shakush.

Dia baru saja pulang dari tugasnya di rumah sakit ketika tank-tank Israel mulai bergulir dari berbagai arah, menembak tanpa pandang bulu dan tanpa peringatan. Dia berlari untuk menyelamatkan keluarganya, berhasil membawa mereka keluar. Kebakaran pun terjadi, mengubah tempat itu menjadi neraka hidup.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Dalam kepanikan, orang-orang meninggalkan semua barang mereka dan beberapa bahkan anak-anak mereka, yang kemudian mereka buru-buru kembali untuk mengambilnya, saat mereka melarikan diri dengan ketakutan.

Di tengah jalan dan saat berlari, dokter tersebut membantu orang-orang memuat mayat dan orang-orang yang terluka ke dalam kereta keledai, tetapi dia tidak bisa memberikan bantuan medis. Seperti yang lain, dia berlari untuk menyelamatkan nyawanya dan nyawa keluarganya. Begitu mereka sampai di tempat yang mereka pikir aman, istrinya pingsan karena ketakutan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan “banyak korban” dan setidaknya 5.000 orang mengungsi akibat serangan baru Israel di al-Mawasi. Sumber medis melaporkan setidaknya 11 orang terbunuh dan 40 orang terluka.

Beberapa hari setelah pembantaian di al-Mawasi, pada 1 Juli, pemandangan kehancuran dan kengerian bergeser ke bagian timur Khan Younis, yang dulunya adalah salah satu daerah paling indah di Jalur Gaza. Kota-kota Abasan, Bani Suhaila, Khuza’a, dan lingkungan al-Fukhari, yang menjadi tempat berdirinya Rumah Sakit Eropa, diperintahkan untuk mengungsi.

Perintah IOF datang pada malam hari, tidak memberi waktu bagi penduduk untuk mengemasi barang-barang mereka. Di tengah reruntuhan rumah mereka yang hancur dan tenda-tenda darurat, orang-orang menghadapi kesedihan yang sangat besar sehingga seorang kerabat menggambarkan pengalaman itu seolah-olah hidup di “hari kiamat”.

Menurut PBB, IOF memaksa seperempat juta orang meninggalkan Khan Younis. Rumah Sakit Eropa juga harus mengungsi, dengan banyak pasiennya dipindahkan oleh keluarga mereka menggunakan kereta keledai ke Rumah Sakit Nasser yang hancur, yang juga menjadi lokasi pembantaian baru-baru ini.

Dalam eksodus, yang mengingatkan pada pemindahan massal sebelumnya selama sembilan bulan terakhir, orang-orang berbondong-bondong ke al-Mawasi, yang masih terguncang oleh serangan Israel.

Banyak yang sebenarnya kembali ke al-Mawasi, setelah meninggalkan tempat itu beberapa pekan sebelumnya untuk menengok reruntuhan rumah mereka di Khan Younis agar memberi ruang bagi arus orang yang melarikan diri dari Rafah. Kembalinya mereka ke Khan Younis didorong oleh klaim IOF sendiri bahwa aman bagi warga Rafah yang melarikan diri untuk pergi ke sana, serta ke al-Mawasi.

Seperti setiap pengungsian, orang-orang yang menderita kembali mencari anggota keluarga yang terpencar – entah itu ditemukan dalam keadaan mati atau hidup – sambil mencari tempat penampungan sementara dan mengamankan air, makanan, toilet, dan kebutuhan lainnya.

Ghada melanjutkan, “Saudara-saudaraku, dan keluarga mereka, yang juga mengungsi di al-Mawasi sejak Desember, menggambarkan kepadaku wajah-wajah ketakutan anak-anak, wanita, dan pria, orang sakit dan lanjut usia, yang berkeliaran di jalan tanpa arah.”

Kesimpulan ini juga telah dikonfirmasi oleh para ahli hak asasi manusia. “Pembunuhan ini tidak lain adalah penghancuran kehidupan Palestina,” kata pengacara Afrika Selatan Adila Hassim kepada ICJ selama sidang kasus genosida Israel pada bulan Januari.

Ketidakberdayaan dan keterlibatan dunia Barat, kurangnya penyelidikan yang tepat terhadap kejahatan-kejahatan ini, dan penundaan prosedur di badan internasional – termasuk penundaan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant di Pengadilan Kriminal Internasional – mencerminkan pengabaian yang besar terhadap akuntabilitas dan keadilan.

Penargetan kehidupan Palestina secara sengaja bukan hanya pelanggaran nyata terhadap Hukum Humaniter Internasional, tetapi juga serangan terhadap fondasi prinsip-prinsip kemanusiaan dan martabat manusia.

Sumber: https://www.aljazeera.com/opinions/2024/7/8/gazas-safe-zone-of-horror

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Palestina Mengirim Delapan Atlet ke Olimpiade Paris sebagai bentuk Perlawanan

Next Post

Update Hari ke-282 : Pembantaian Tanpa Akhir di Gaza 

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
19
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Laporan: Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Dapat Mencapai Lebih dari 186.000

Update Hari ke-282 : Pembantaian Tanpa Akhir di Gaza 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630