Kegubernuran Al-Quds (Yerusalem) menyatakan bahwa pelanggaran oleh otoritas pendudukan Israel dan para pemukim kolonial di Al-Quds dan di Masjid Al-Aqsa merupakan pertanda awal pembagian wilayah masjid suci tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (9/9), pejabat Palestina di Al-Quds menambahkan bahwa pendudukan Israel memperketat cengkeramannya dan menempatkan rintangan untuk mencegah akses Palestina ke Al-Aqsa, sambil memberikan perlindungan penuh bagi para pemukim untuk melakukan ritual Talmud mereka. Praktik-praktik tersebut merupakan pendahuluan untuk memaksakan realitas baru di lapangan, yang membuka jalan bagi pembagian spasial situs suci Islam tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa klaim beberapa pemimpin Israel, yang menegaskan bahwa negara pendudukan berkomitmen pada status historis dan hukum Al-Aqsa, tidak lain hanyalah kebohongan dan tipu daya.
Kegubernuran Al-Quds menyerukan kepada seluruh dunia untuk “menyadari niat bulus pemerintah sayap kanan Israel terhadap tempat-tempat suci, khususnya Al-Aqsa.”
Ditekankan bahwa “agresi Israel terhadap rakyat kami, termasuk pembunuhan, penangkapan, pembongkaran, penghancuran, pencegahan, pemindahan, tahanan rumah, dan penganiayaan rasial di seluruh wilayah Palestina, tidak akan berhasil membungkam kami atau mencegah kami mempertahankan tempat-tempat suci kami dan melindungi Al-Aqsa.”
Pemerintah Daerah Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan tentang situasi yang gawat di Al-Aqsa dan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dalam melindungi Al-Aqsa dan menghentikan semua serangan dan kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah Israel. Pemerintah daerah tersebut juga meminta pertanggungjawaban Israel atas konsekuensi dan dampak dari situasi di Al-Quds, sebagai akibat dari ancaman dan tindakan permusuhan yang terus berlanjut terhadap Al-Aqsa dan tempat-tempat suci lainnya di Al-Quds.
Terakhir, gubernur memberi penghormatan kepada rakyat Palestina di semua provinsi, kota, dan desa, terutama mereka yang tetap teguh berdiri di Al-Quds yang diduduki, yang dikepung dan dicegah oleh pendudukan untuk mengakses dan beribadah di Al-Aqsa. “Mereka mempertahankannya dengan segenap kemampuan yang dimiliki, berbekal tekad, keteguhan, dan ketahanan,” pungkas gubernur tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Senin (9/9) juga mendesak para pemimpin negara mayoritas Muslim untuk segera bersidang guna membela Palestina dan Al-Quds dari serangan Israel.
“OKI tidak bisa acuh terhadap serangan ini,” kata Erdogan. “Sangat mendesak bagi organisasi untuk segera bersidang di tingkat pimpinan tanpa penundaan lebih lanjut dan menunjukkan sikap tegas dunia Islam,” pungkasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








