Kedutaan Besar AS di Tunisia mengumumkan solidaritasnya terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan di seluruh dunia. Pernyataan tersebut memicu kontroversi di media sosial karena banyak aktivis meminta untuk mengutuk juga kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap perempuan Palestina.
Halaman Facebook kedutaan mengubah logonya menjadi oranye pada kesempatan tersebut dan menyatakan: “Pada 25 November, dunia mengakui Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, hari untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya fisik, psikologis, dan emosional yang dihadapi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Hari ini juga menandai peluncuran 16 Hari Aktivisme global melawan Kekerasan Berbasis Gender. Amerika Serikat berkomitmen untuk memajukan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dan anak perempuan melalui kebijakan luar negeri AS.”
Aktivis Hassan Al-Khalidi berkomentar: “Kami sangat menghargai kepedulian Anda pada kemanusiaan dan kami berdiri dalam solidaritas dengan Anda dalam nilai-nilai kemanusiaan ini. Kami mendesak Anda untuk juga peduli dengan rakyat Palestina yang telah lama tertindas.” Aktivis lain, Khaled Al-Khulaifi, menambahkan: “Perempuan dan anak perempuan Palestina terus menghadapi kekerasan fisik, psikologis, dan emosional dari penjajah.”
Selanjutnya, aktivis Shams al-Din al-Jaziri mengkritik standar ganda yang dipraktikkan oleh AS, “Jika ada warna khusus untuk Hari Internasional Kekerasan Militer Internasional, Vietnam, Afghanistan, dan Irak akan menjadi peserta terbesar dalam perayaan tersebut. Saya sarankan hitam sebagai warna yang sesuai.” Aktivis lain, Muhammad Maamari, melanjutkan: “Warna jingga juga cocok digunakan sebab merupakan warna pakaian tahanan Guantanamo, yang mewakili aib bagi kemanusiaan dan kehidupan karena mereka ditahan akibat memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








