Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dinilai lamban dalam merespons situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu. Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Arrmanatha Nasir mengatakan saat ini perdebatan di UN sangat sengit dan tinggi, terutama setelah beberapa resolusi yang ditawarkan baik dari anggota sementara dan anggota tetap DK PBB. Hal ini tidak lepas dari intervensi AS sebagai anggota tetap DK PBB yang memveto setiap resolusi yang dikeluarkan, karena AS menolak resolusi yang menyalahkan posisi Israel.
Melihat situasi yang semakin memburuk, Indonesia mencoba berbicara dengan sejumlah pihak terkait isu Gaza, termasuk dengan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Liga Arab dan OKI kemudian sepakat untuk mendukung agar pembahasan isu Gaza dibawa ke sebuah sesi darurat di Sidang Majelis Umum PBB, bukan Dewan Keamanan PBB.
Surat dari Liga Arab dan OKI telah dilayangkan ke Presiden Sidang Majelis Umum PBB pada 19 Oktober lalu. Empat hari kemudian, Indonesia dengan menggandeng sejumlah negara lain mengeluarkan surat bersama yang berisi dukungan atas langkah dua organisasi itu. Sembilan negara termasuk Indonesia yang menandatangani surat itu adalah Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Maladewa, Timor Leste dan Vietnam.
“Kami pertama-tama berbicara kepada negara-negara ASEAN, mengenai bagaimana jika kita mendorong presiden SMU PBB agar mau menggelar sesi darurat. Permintaan ini disambut baik, dan akhirnya kita juga menggalang negara lain di luar Asia Tenggara,” kata Arrmanatha Nasir, dalam keterangan virtual kepada awak media, Selasa (24/10).
Pada 23 Oktober lalu, Presiden Sidang Majelis Umum PBB mengindikasikan bahwa dirinya sepakat dengan usulan OKI dan Liga Arab, yang juga didorong sembilan negara termasuk Indonesia, untuk menggelar sesi darurat mengenai Gaza pada 26 Oktober mendatang. “Indonesia tidak tinggal diam, karena sejak awal Indonesia berkomunikasi dan koordinasi dengan banyak pihak dan perwakilan agar menurunkan eskalasi dan segera memberi bantuan kemanusiaan ke Gaza,” ujarnya.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







