Kasus stunting di Indonesia masih terus menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan tahun 2024 mendatang, Presiden Jokowi menargetkan penurunan angka stunting atau tengkes secara nasional menjadi 14 persen. Guna mencegah stunting, ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Prof Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si., mengembangkan penelitian berupa tepung padat gizi. Annis mengembangkan penelitian formulasi tepung komposit tinggi protein dan mengandung vitamin serta mineral bernama Tepung Multiguna N2O. Tepung yang dikembangkan tersebut berasal dari protein ikan lele dan ubi fermentasi dengan 10 vitamin dan 6 mineral.
Annis menjelaskan, Tepung Multiguna N2O merupakan produk yang tepat untuk perbaikan gizi bagi balita dan anak-anak. Tepung tersebut mudah bercampur dengan berbagai olahan pangan lain, seperti kue, roti, lauk pauk, dan jenis olahan lainnya. “Penelitian ini menggunakan bahan baku pangan lokal bermutu gizi tinggi. Ikan lele kaya akan protein hewani dan tepung ubi fermentasi kaya akan prebiotik sehingga cocok untuk perbaikan gizi balita stunting,” ujar Annis.
Ketua DPD Pergizi Pangan Jatim itu pun menerangkan bahwa produk Tepung Multiguna N2O telah melalui proses uji laboratorium untuk melihat karakteristik produk dan uji keamanan pangan. Berdasarkan hasil uji lab, tepung tersebut dipastikan sudah sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 3571:2018. “Tepung ini sudah diuji di laboratorium yang terstandar Komite Akreditasi Nasional (KAN), sehingga aman, bermanfaat, dan halal. Klaim tinggi protein dalam tepung juga telah sesuai dengan standar Peraturan BPOM nomor 1 tahun 2022 serta telah tersertifikasi halal,” kata Annis.
Annis menjelaskam, saat ini Tepung Multiguna N2O tengah mengajukan hak paten dengan difasilitasi Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR. Dengan adanya penelitian ini, Prof. Annis berharap tepung ini dapat dimanfaatkan masyarakat luas sebagai substitusi atau komplemen untuk menyehatkan makanan olahan rumah tangga maupun olahan industri. “Penelitian ini merupakan wujud nyata sumbangsih saya sebagai dosen peneliti dalam memberdayakan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rawan gizi, melalui produk makanan yang enak, sehat, dan halal,” jelasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








