Sekitar 90 persen air minum di Jalur Gaza yang terkepung telah hancur, kata pihak berwenang. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendokumentasikan 108 serangan terhadap fasilitas kesehatan di daerah kantong tersebut.
Selama konferensi pers di Beirut, juru bicara Hamas Basem Naim mengatakan, “Kami memperingatkan terhadap situasi bencana yang sedang berlangsung di Gaza,” sebanyak 90 persen air minum telah hilang, sehingga memaksa warga untuk menggunakan air yang terkontaminasi atau, terkadang, air laut, yang dapat menyebabkan penyebaran penyakit dan epidemi.
Naim menganggap Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dan pemerintahannya bertanggung jawab atas “bencana kemanusiaan” tersebut, khususnya bagi penduduk Kota Gaza dan wilayah utaranya. UNRWA telah meninggalkan posisi mereka, dan mengabaikan tanggung jawab mereka terhadap ratusan ribu penduduk dan pengungsi, meninggalkan mereka tanpa tempat tinggal, makanan, air, atau perawatan medis, meskipun mereka dipercaya untuk merawat dan memberi perlindungan terhadap lebih dari 70 persen pengungsi Jalur Gaza, jelasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








