Israel terus melancarkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera. Hampir 42.334 orang terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 96.359 lainnya terluka menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut yang mengakibatkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Menurut UNRWA, terjadi kekurangan pangan parah di Gaza, dengan 83 persen bantuan pangan yang dibutuhkan tidak dapat menjangkau dua juta warga Palestina yang mengungsi.
Dalam rangka mengurangi dampak krisis kelaparan, Adara terus konsisten mengirimkan bantuan pangan mulai dari sembako hingga makanan siap saji. Pada Kamis 5 September Adara salurkan bantuan pangan berupa roti untuk lebih dari 500 keluarga pengungsi yang ada di wilayah Ash Shabrah dan Zaitun yang berada di Gaza Utara.
Bantuan ini didistribusikan kepada warga yang kehilangan banyak anggota keluarganya, keluarga korban luka dan mereka yang rumahnya telah hancur sehingga harus tinggal di tenda-tenda pengungsian. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlanjut.



Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga Palestina yang berada di Palestina melalui Adara Relief International. Adara terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meringankan beban warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka dapat bangkit kembali.









