Gaza, Palestina — Pada Jumat, (02/08) Adara Relief International telah menyalurkan bantuan untuk Gaza berupa pompa air tenaga surya di sekolah Usamah bin Zaid, Gaza Utara yang bisa dinikmati oleh 3.000 warga Palestina yang berada di sana.

“Hampir genap satu tahun genosida atas Gaza berlangsung, mengakibatkan tidak adanya air di wilayah ini. Alhamdulillah pada hari ini kami tim lapangan Adara dapat menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia berupa pompa air tenaga surya di salah satu sumur yang berada di wilayah Gaza Utara tepatnya di sekolah Usamah bin Zaid yang menjadi tempat tinggal para pengungsi. Air yang dialirkan menggunakan tenaga surya ini akan dinikmati oleh ribuan warga yang tinggal di lokasi tersebut. Semoga Allah menerima amal shaleh kalian semua dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.” Ucap salah satu tim lapangan Adara yang berada di Gaza Utara.
Setahun genosida Israel di Gaza, lebih dari 41 ribu warga Palestina tewas imbas dari agresi brutal penjajah Zionis sejak 7 Oktober 2023 silam. Agresi ini mengakibatkan semua sendi-sendi kehidupan lumpuh total. Tidak ada air, tidak ada listrik.
Saat ini Panel Surya menjadi salah satu solusi yang sangat dubutuhkan oleh warga Gaza di tengah krisis listrik dan krisis air yang mereka derita. Melalui program Air Bersih, Adara salurkan bantuan Pompa Air Tenaga Surya untuk mengaktifkan kembali sumur-sumur yang masih berfungsi di Jalur Gaza.
Pompa air tenaga surya adalah pompa air yang daya listriknya disuplai oleh pembangkit listrik tenaga surya. Sistem pompa ini pada umumnya tanpa menggunakan baterai dan bekerja selama ada sinar matahari. Sinar matahari inilah yang menjadi sumber tenaga yang dibutuhkan untuk menjalankan pompa air yang airnya bisa bisa dinikmati oleh pengungsi yang ada di sekitar dan ini sangat cocok untuk kondisi Gaza saat ini.


Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh donatur dan Sahabat Adara yang senantiasa membersamai Adara dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina terkhusus di Gaza. Mari terus kita alirkan kebaikan untuk mereka agar Gaza kembali berdenyut.








