JAKARTA — Pada Selasa, (10/09) Adara Relief International telah menyalurkan bantuan air bersih untuk 8.000 pengungsi Palestina yang berada di Gaza Tengah.

368 hari Gaza hidup di bawah todongan senjata dan bayangan kematian mengintai dimana-mana. Selama itu pula Gaza berjuang sendirian. Penderitaan yang dialami Gaza tidak hanya sekedar penghancuran infrastruktur, pembataian dan kematian tapi lebih dari itu. Mereka yang masih selamat harus mengungsi berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Mereka makan hanya sehari sekali itupun cuma dengan sepotong roti bahkan tak jarang dari mereka harus berpuasa sepanjang hari saking terbatasnya ketersediaan makanan di sana. Begitupun dengan ketersediaan air, air yang ada sudah terkontaminasi zah-zat berbahaya yang sudah tidak layak untuk dikomsumsi. Meski begitu mereka tidak punya pilihan lain selain dari tetap menggunakan air tersebut yang tentu berdampak buruk bagi kesehatan mereka.
Data statistik pemerintah Deir Balah, Gaza Tengah merilis bahwa lebih dari 700.000 pengungsi menderita gangguan kesehatan akibat air yang mereka konsumsi. Hal itu juga dikuatkan dengan data yang mereka keluarkan bahwa sekitar 700 sumur telah dihancurkan oleh penjajah sejak Oktober 2023. Selain itu lebih dari 126 alat dan mesin pengolah air juga dihancurkan yaitu sekitar 80% terutama truk pengumpul dan pengangkut sampah, mesin pengolah limbah air bersih.
Menurut UNRWA sekitar 67% fasilitas air, sanitasi dan infrastruktur di Gaza telah hancur, hal itu mengancam kehidupan warga Gaza jika tidak ada bantuan air bersih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Merespon hal itu pada Selasa, 10 September lalu Adara salurkan bantuan air bersih untuk warga Gaza yang berada di Gaza Tengah. Air bersih ini didistribusikan langsung ke pusat-pusat pengungsian selama 8 hari berturut-turut sebanyak tiga truk per hari, yang mana masing-masing truk memuat 18.000 liter air. Melalui program ini, Adara mampu mendistribusikan 432.000 liter air kepada 8.000 penerima manfaat di Gaza Tengah.
Adara berkomitmen akan terus mengirimkan bantuan mendesak dan mendasar yang dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang mereka derita.

Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga Palestina yang berada di Palestina melalui Adara Relief International. Adara terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meringankan beban warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka dapat bangkit kembali.








