Kamis (24/3) — Direktur Eksekutif Adara Relief International, Ibu Sri Vira Chandra bersama perwakilan Adara Relief International mengunjungi Gedung Republika dalam rangka Silaturahim dan Pengenalan NGO Ghirass. Perwakilan Adara Relief International terdiri dari Head of Finance & GA, Ibu Indah Kurniati, Tim Program yang diwakili Sdri. Nurul Fitriani, Tim Aliansi yang diwakili Sdri. Yuliyanti Aslam, dan Tim Marketing Komunikasi yang diwakili Sdri. Iffa Abida.
Dalam pertemuan ini, NGO Ghirass diwakili oleh Direktur Eksekutifnya, Syeikh Ziad Taktak, bersama Manager Public Relation, Mehieddine. Sementara perwakilan dari Republika dihadiri oleh Deputy Chief Director, Bapak Nur Hasan Murtiaji, Manajer Marketing, Bapak Maman Sudiaman, beserta Tim Reporter.
Pertemuan ini berisi pemaparan profil PT Republika Media Mandiri oleh Bapak Nur Hasan Murtiaji, pemaparan profil Adara Relief International oleh Ibu Sri Vira Chandra, serta pemaparan profil NGO Ghirass dan sesi diskusi mengenai kondisi terkini Palestina bersama Syeikh Ziad Taktak.
Dalam sesi diskusi, Syeikh Ziad Taktak mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Republika. Beliau mengatakan sangat senang karena ada dukungan yang sangat nyata dari Republika untuk Palestina. Selanjutnya, beliau menyampaikan kondisi secara umum penduduk Palestina.
“Seperti yang kita ketahui, penjajah Israel membagi-bagi Palestina. Hanya dua wilayah saja yang tersisa di Palestina yaitu Gaza dan Tepi Barat. Rakyat Palestina saat ini tergantung dari bantuan kemanusiaan rakyat dunia. Tercatat lebih dari 10.000 keluarga telah kehilangan tulang punggung. Akibatnya, banyak wanita yang terpaksa menjadi janda. Kemudian, lebih dari 7.000 rakyat Palestina ditawan di penjara Israel dan lebih dari 50.000 menderita luka-luka dan cacat.
Persentase kemiskinan di gaza mencapai 80% dibandingkan negara-negara lain di dunia. Penghasilan per orangnya hanya 1-2 USD atau Rp 30.000 saja. Agresi besar-besaran di jalur Gaza juga mengakibatkan rusaknya sebagian infrastruktur dan banyak warga yang tidak memiliki rumah sehingga terpaksa terkatung di Pengungsian.
Di musim dingin, Jalur Gaza digenangi oleh air, seperti banjir yang merupakan bencana alam alami. Namun, diluar hal tersebut, Israel membuka pembuangan air limbah yang sangat disengaja dan hal tersebut membuat saudara-saudara kita di Palestina semakin menderita.
Berdasarkan data statistik, tidak ada yang buta huruf di Gaza, semua bisa membaca. Banyak lulusan warga Palestina dan di Pengungsian yang mencapai tingkat S2 dan S3, dengan dominasi lulusan adalah dari Program Studi Kedokteran.
Gaza adalah wilayah yang sangat miskin, tapi masyarakatnya adalah masyarakat yang paling dermawan. Ketika ada satu keluarga ingin keluar rumah, mereka saling berwasiat karena kecil kemungkinan mereka kembali dalam keadaan hidup.
Penduduk Gaza dan Palestina sangat mencintai saudara-saudara kami yang berada di benua Asia, terutama di Indonesia. Kami melihat dukungan Indonesia sangat besar untuk perjuangan Palestina. Penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina, buka semata karena mereka hanya ingin tetap tinggal di sana, namun mereka merupakan perwakilan umat muslim dunia untuk menjaga Tanah Suci Al Quds.”

***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


