fbpx

Adara Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan International untuk Perempuan Bersama 20 Negara Lainnya

Untuk mempersiapkan pemimpin muda aktivis Palestina di Indonesia, Adara Relief international mengirimkan tiga utusannya untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan internasional yang diselenggarakan oleh Global Woman Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP) pada 4-15 Juli 2020 lalu.

Ada sekitar 20 negara yang turut mengikuti pelatihan ini yakni Indonesia, Malaysia, Bahrain, Chad, Mesir, Turki, Inggris, Jordania, Kuwait, Libanon, Tunisia, Mauritania, Maroko, Sudan, Iran, Thailand, Afganistan, Sudan, Belanda dan Palestina. Jumlah peserta dari pelatihan ini adalah 59 orang, dan untuk Indonesia diwakili oleh Izzaturrifdah Iffah Abidah, Fitriyah Nur Fadilah.

Program pelatihan kepemimpinan untuk aktivis Palestina ini bernama Bashmah yang berarti sidik jari dalam Bahasa Indonesia. Maksud dari hal ini adalah bahwa peserta setelah mengikuti program ini akan memberikan jejak kontribusinya untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam pembukaan pelatihan ini pada Sabtu, 4 Juli 2020 lalu, Ustadzah Rabab Audh (Ketua GWCQP) menyampaikan pesan kepada peserta bahwa program ini ditujukan untuk melatih kepemimpinan para aktivis perempuan agar mereka sanggup membawa beban amanah untuk membebaskan Masjid Al Aqsa.

Sementara itu menurut Ustadzah Sahar Al Azazi, Direktur program Bahsmah menyampaikan mengenai program Bashmah yang ditujukan khusus hanya untuk peserta perempuan. Menurutnya, perempuan mampu memberikan gagasan cemerlang dengan keistimewaan yang lebih banyak dan mampu berkomunikasi lebih kompleks. Penelitian juga membuktikkan bahwa kemampuan perempuan itu untuk mewujudkan impiannya lebih besar. Ditambah dengan kreatifitas perempuan lebih tinggi 25% dari laki-laki.

Sebagai penutup, Dr. Akroum Al Adloini yang merupakan ketua Global Coalition for Al Quds and Palestine (GCQP) menyampaikan materi tentang urgensi program Bashmah dan peran pemuda dalam perubahan. Sebagai pembuka, beliau menjabarkan tentang permasalahan Palestina dari empat sudut pandang, yakni segi aqidah, politik, kemanusiaan dan budaya.

Pada akhir pembicaraannya, beliau menyampaikan bahwa langkah-langkah konkrit untuk membebaskan Palestina adalah perlunya untuk menyiapkan aktivis yang berwawasan luas yang akan memperjuangkan Al Quds, menyiapkan aktivis yang kompeten dalam berbagai bidang dan pentingnya untuk mewujudkan gagasan menuju tindakan. Adapun kenapa pemuda yang harus melakoni peran ini menurut Dr. Akroum adalah karena pemuda adalah generasi pembebas dan memiliki kekuatan dan potensi.

Secara khusus tujuan dari program ini adalah agar bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang Palestina dan meningkatnya bantuan untuk Plestina. Sehingga dengan hal itu akan meningkatnya berbagai lembaga bantuan untuk Palestina di seluruh belahan dunia.

Program Bashmah ini akan berlangsung secara berkelanjutan dalam dua tahun kedepan. Kegiatan ini sedianya akan berlangsung secara offline, namun karena adanya pandemic Covid 19 maka program ini dilakukan secara online dan dilaksanakan dalam tiga tahap dengan lima jam praktek. Seluruh peserta akan dibagi beberapa kelompok, dan tiap kelompok akan dibimbing oleh satu mentor.

Tahap pertama dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2020 – Rabu, 15 Juli 2020. Tahap awal ini dilaksanakan sejumlah workshop yang diisi oleh para pakar di bidangnya dengan durasi total 17 jam (pertemuan perkelompok maupun pertemuan umun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas