JAKARTA-Fasilitas kesehatan di Gaza telah runtuh akibat genosida. Banyak rumah sakit tidak lagi bisa beroperasi, dan tak jarang para dokter terpaksa mengoperasi pasien dalam kondisi mati listrik atau tanpa obat bius. Untuk membantu pasien-pasien di Gaza memulihkan lukanya, Adara menyalurkan bantuan operasi untuk 60 korban luka-luka di Al-Khidma General Hospital dan Yafa Hospital di Gaza.

Dua tahun genosida telah membuat tidak ada lagi tempat yang aman di Gaza, bahkan fasilitas kesehatan. Sebanyak 22 rumah sakit di Gaza sudah tidak bisa beroperasi karena serangan udara Israel serta pemutusan pasokan listrik dan bahan bakar. Selain itu, pasukan Israel juga telah merusak 212 fasilitas medis lainnya di Gaza.
Pemutusan listrik dan bahan bakar merupakan hal yang serius, sebab tanpa listrik, para dokter terpaksa merawat pasien dalam kondisi gelap. Tanpa listrik, banyak peralatan medis tidak dapat digunakan sehingga mengancam nyawa pasien. Selain listrik, minimnya obat-obatan terutama obat bius juga membuat banyak pasien terpaksa dioperasi atau diobati tanpa menggunakan obat bius sama sekali.

Karena banyaknya korban terluka di Gaza yang membutuhkan pengobatan segera untuk bisa menyelamatkan nyawa mereka, maka Adara berusaha menyediakan kebutuhan tersebut dengan menyediakan bantuan operasi untuk korban terluka. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 60 orang di Al-Khidma General Hospital dan Yafa Hospital di Jalur Gaza.

Terima kasih Adara, bantuan ini tidak akan bisa terselenggara tanpa adanya bantuan dari Sahabat adara. Satu bantuan yang Adara berikan telah menjadi berkah bagi banyak orang di Gaza. Semoga bantuan ini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa di Gaza di tengah genosida ini.








