Gempa dahsyat tersebut menewaskan lebih dari 48.000 orang di Turki, melukai lebih dari 115.000 orang, dan membuat 2,7 juta orang mengungsi, tinggal di pemukiman sementara – termasuk tenda. Musibah Banjir juga menimpa para pengungsi di Turki yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan mempersulit keluarga untuk mencoba dan membangun kembali kehidupan mereka.
Ramadhan menjadi bulan harapan bagi para pengungsi korban gempa Turki yang mencoba bangkit dari keterpurukan. Rasa kehilangan keluarga dan sanak saudara masih sangat dekat dengan ingatan mereka. Memasuki bulan Ramadhan, mereka tak lagi bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga mereka saat berbuka puasa.
Alhamdulillah, Ramadhan ini menjadi kebahagiaan bagi Adara Relief International bisa memberikan senyuman manis bagi para pengungsi dengan berbagi makanan berbuka puasa dari Sahabat Adara. Sekitar 500 keluarga bisa menikmati hidangan istimewa di tengah kondisi yang serba terbatas.

“Harapan kami para pengungsi di Turki Selatan ini bisa menerima bantuan yang berkelanjutan tidak hanya pada saat bencana namun juga saat recovery. Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia dan para donator yang tak hentinya memberikan dukungan dan bantuannya untuk para korban Gempa Turki khususnya para pengungsi Palestina”, ucap Ana Rahmawati, Head of Programm Group.
Alhamdulillah program berbagi buka puasa telah memberikan manfaat kepada 4.839 orang, berbagi sembako 3.835 orang, berbagi hadiah hari raya 788 anak, program santunan yatim 60 anak dan program fidyah 592 orang. Program ini disalurkan di Palestina di antaranya di Al Quds, Tepi Barat, Gaza dan Pengungsian, selain itu penyaluran juga dilaksanakan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah dan Jakarta Selatan. Terima kasih sahabat Adara telah berbagi melalui Adara Relief International.










