JAKARTA-Genosida yang berlangsung selama lebih dari dua tahun telah membuat penduduk Gaza lupa bagaimana rasanya kenyang. Bagaimana tidak, setiap harinya seorang ayah harus bertaruh nyawa mencari makanan, seorang ibu rela tidak makan demi anak-anaknya, dan anak-anak harus berbagi makanan yang sedikit dengan saudara-saudara mereka. Kami tidak ingin mereka terus kelaparan. Oleh sebab itu, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 750 orang di Gaza tengah.

Sebelum genosida, 500 truk memasok kebutuhan pangan untuk dua juga penduduk Gaza setiap harinya. Selama genosida, jumlah truk yang diizinkan masuk ke Gaza turun drastis menjadi rata-rata 19 truk per hari, atau turun sebesar 96 persen. Akibatnya, makanan menjadi sangat langka di Gaza, dan kelaparan merenggut nyawa ratusan orang.
Dalam tiga bulan pertama genosida di Gaza pada tahun 2023, hanya empat kematian yang secara resmi dikaitkan dengan kelaparan oleh petugas kesehatan di Gaza. Pada tahun 2024, angka itu meningkat menjadi 49. Tetapi pada tahun 2025, jumlah korban meledak, mencapai 422 kematian dalam satu tahun. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 760 persen dalam jumlah kematian akibat kelaparan hanya dalam waktu 12 bulan, ungkap Al Jazeera.


Kami tak ingin jumlah korban yang meninggal akibat kelaparan terus bertambah. Oleh sebab itu, pada 30 November 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan makanan siap saji untuk penduduk Gaza. Bantuan makanan siap saji ini telah memberi manfaat bagi 750 orang di Gaza tengah.



Setelah lebih dari dua tahun penduduk Gaza menderita akibat pengeboman, blokade, dan kelaparan, kini mereka bisa sejenak menikmati makanan siap saji dari Sahabat Adara. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan darimu telah meredakan kelaparan ratusan orang di Jalur Gaza.








