Menurut laporan media Israel, pasukan pendudukan Israel telah menggali ratusan kuburan di Gaza utara sebagai bagian dari operasi untuk menemukan jenazah tahanan Israel, Ran Gvili.
Militer Israel mengatakan pasukan besar terlibat dalam pencarian tersebut. Mereka bekerja bersama tim forensik dan spesialis yang menggunakan metode identifikasi gigi. Operasi berfokus pada pemakaman di sebelah timur Kota Gaza di dekat “garis kuning.”
Radio militer Israel melaporkan pada Senin (26/01) bahwa lebih dari 200 kuburan telah Israel bongkar. Mereka menambahkan bahwa Israel menyediakan dukungan psikologis untuk tim yang bekerja di lokasi tersebut. Media berbahasa Ibrani mengatakan bahwa dokter gigi dari institut forensik Israel juga hadir untuk mempercepat identifikasi karena kondisi lapangan yang sulit.
Perkiraan Israel menyebutkan bahwa tahanan tersebut dimakamkan pada minggu-minggu awal genosida sehingga kemungkinan identitasnya belum teridentifikasi oleh pihak-pihak yang terlibat pada saat itu. Pemakaman Palestina yang Israel bongkar terbagi menjadi beberapa sektor. Tim-tim yang turun bekerja secara bersamaan. Pejabat Israel mengatakan pencarian dapat meluas ke seluruh pemakaman jika mereka tidak menemukan jenazah.
Operasi ini berlangsung di tengah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk serangan dari udara dan darat. Sejumlah serangan telah menyebabkan lebih banyak korban jiwa di antara warga Palestina yang mengungsi.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 71.600 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya. Kelompok hak asasi manusia menyebutnya sebagai genosida yang sedang berlangsung.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)