Organisasi Tawanan Palestina (PPS) menegaskan bahwa pembebasan tawanan dari penjara Israel bukan berarti berakhirnya kejahatan dan pelanggaran yang mereka alami. PPS menunjukkan bahwa kondisi fisik dan psikologis tawanan yang memburuk, keadaan tubuh mereka, dan kesaksian mereka di lapangan merupakan bukti nyata berlanjutnya penyiksaan sistematis dan pembunuhan massal di penjara-penjara Israel.
PPS menjelaskan bahwa semua tawanan yang dibebaskan menderita masalah kesehatan dan psikologis dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sejumlah tawanan dibebaskan dalam kondisi sakit yang serius dan kompleks sehingga harus dirawat dan menjalani operasi bedah darurat.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan banyak kasus tawanan yang dibebaskan dalam keadaan menderita. Sejumlah tawanan menderita patah tulang dan memar parah akibat pemukulan brutal. Di samping itu, ada pula kasus penyebaran penyakit kulit serius seperti kudis, yang mengharuskan isolasi secara medis dan pemberian perawatan.
Data-data tersebut mencerminkan besarnya bencana kemanusiaan dan tingkat penghancuran fisik dan psikologis sistematis oleh sistem penjara Israel terhadap ribuan tawanan Palestina. Hal ini bertujuan untuk mematahkan tekad mereka dan menerapkan efek jera, melalui eksekusi perlahan-lahan.
PPS menunjukkan bahwa pelanggaran-pelanggaran ini bertepatan dengan upaya Israel untuk mengesahkan undang-undang yang melegalkan eksekusi tawanan. Ini merupakan yang eskalasi berbahaya, baik dari segi hukum maupun kemanusiaan.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)