• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 7 mins read
0 0
0
Para pemukim memasang bendera Israel di pagar batu Masjid Ibrahimi di Hebron (MEMO)

Para pemukim memasang bendera Israel di pagar batu Masjid Ibrahimi di Hebron (MEMO)

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Masjid Ibrahimi merupakan situs suci yang terletak di kota Al-Khalil (Hebron) di Palestina. Bagi umat Islam, masjid ini merupakan situs suci kedua di Palestina setelah Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem). Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi tempat pemakaman tiga nabi dan istri-istri mereka. Sedangkan bagi orang-orang Yahudi, situs ini juga merupakan tempat tersuci kedua di Palestina setelah Tembok Barat di Masjid Al-Aqsa. Orang-orang Yahudi menyebut situs ini sebagai Gua Machpelah dan kerap dikunjungi oleh sekitar 500.000 orang Yahudi setiap tahunnya.

Menjadi situs suci bagi dua kepercayaan selama bertahun-tahun, Masjid Ibrahimi seringkali menjadi sasaran penodaan untuk menghapus identitas Islamnya dan memaksakan identitas Yahudi di seluruh bagiannya. Sejak lama, umat Islam dipersulit untuk bisa melaksanakan ibadah di area masjid. Mereka dilarang untuk memasuki aula masjid, dilarang mengumandangkan azan, tidak diizinkan melaksanakan salat Idufitri dan Iduladha, serta sejumlah pelanggaran lainnya. Berbagai bentuk penodaan tersebut semakin memperjelas bahwa pelanggaran terhadap Masjid Ibrahimi oleh Israel bukan sekadar bentrok keyakinan semata, melainkan upaya yahudisasi yang lebih luas untuk memaksa muslim Palestina meninggalkan situs suci mereka.

Masjid Ibrahimi, Tempat Peristirahatan Sang Khalilullah dan Keluarganya

Makam-Makam yang berada di Masjid Ibrahimi (Daily Sabah)
Makam-Makam yang berada di Masjid Ibrahimi (Daily Sabah)

Al-Haram Al-Ibrahimi atau Masjid Ibrahimi terletak di sudut tenggara Al-Khalil (Hebron), di jantung Kota Tua. Masjid ini merupakan situs suci kedua di Palestina setelah Masjid Al-Aqsa. Di bawah masjid terdapat sebuah gua yang yang diyakini berisi makam Nabi Ibrahim dan istrinya, Sarah, serta makam Nabi Ishak dan istrinya, Rifkah, Nabi Yakub dan istrinya, Leah. Orang-orang Yahudi menyebut gua yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para nabi ini sebagai Gua Machpelah, Gua Para Leluhur atau Makam Para Leluhur. Karena alasan ini, situs tersebut sering diserbu oleh orang-orang Yahudi fanatik.

Masjid Ibrahimi dibangun dengan batu-batu besar yang memagari bangunan masjid dengan ukuran 7,5 x 1,4 meter, yang ditumpuk setinggi 15 meter. Menurut data dari Pusat Informasi Nasional Palestina yang dikelola negara, pagar masjid terdiri dari sisa-sisa bangunan yang dibangun oleh Raja Herodes I, juga dikenal sebagai Herodes Agung, yang memerintah antara tahun ke-37 dan ke-4 sebelum Masehi. Saat itu, Herodes Agung ditugaskan Kekaisaran Romawi ke Yudea (Tepi Barat) selama periode Romawi awal. Pagar batu tersebut, yang dibangun atas perintah Herodes Agung, berasal dari zaman Nabi Ibrahim, yang diyakini hidup sekitar 4.000 tahun yang lalu. 

Denah masjid Ibrahimi (Mapping the Apartheid)
Denah masjid Ibrahimi (Mapping the Apartheid)

 

Pada periode awal Islam, Masjid Ibrahimi dibangun di atas tanah tersebut dan diberi perhatian khusus. Tugu yang menandai makam para nabi, dibangun dan dihiasi dengan permadani hijau yang disulam dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan inskripsi keagamaan. Selama periode ini sampai dengan 1994, Al-Khalil (Hebron) yang merupakan kota suci bagi tiga agama, menjadi terminal spiritual bagi para peziarah dan turis dari seluruh dunia. Ada 500.000 umat Yahudi yang mendatangi situs suci ini setiap tahunnya dan melakukan ibadah di tembok bagian barat daya.

Masjid Ibrahimi digunakan sebagai gereja pada masa Romawi, dan pada tahun 634 diubah lagi menjadi masjid oleh pasukan Islam. Pada rentang waktu 1099 hingga 1187, tentara Salib menguasai Al-Khalil dan mengubah Masjid Ibrahimi menjadi Gereja Santa Abraham. Situs ini kemudian diubah lagi menjadi masjid pada masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi, yang menaklukkan kota suci Al-Quds (Yerusalem) pada tahun 1187. Al-Ayyubi memasang Mimbar Asqalan, yang sekarang dianggap sebagai artefak kayu langka. Kemudian, empat menara persegi ditambahkan ke masjid, tetapi kini hanya tersisa di sudut timur laut dan barat laut.

Kaligrafi dan dekorasi peninggalan Kesultanan Utsmani di Masjid Ibrahimi (Daily Sabah)
Kaligrafi dan dekorasi peninggalan Kesultanan Utsmani di Masjid Ibrahimi (Daily Sabah)

Selepas berakhirnya pemerintahan Kesultanan Ayyubiyah, Kesultanan Mamluk melakukan beberapa perbaikan interior. Sultan Mansur Qalawun pada 1287 M menutup sebagian dinding masjid menggunakan marmer. Selain itu, beliau juga menghias makam Nabi Ibrahim dan salah satu pintu masjid dengan marmer. Menurut situs web Pemerintah Kota Al-Khalil, Kesultanan Utsmani kemudian menjaga dan melindungi Masjid Ibrahimi dari tahun 1517 hingga 1917. Beberapa artefak yang yang berada di Masjid Ibrahimi merupakan peninggalan dari Kekaisaran Utsmani, seperti kaligrafi dan sulaman di dinding masjid, ayat-ayat Al-Qur’an yang disulam pada makam, ubin Turki, dan dekorasi masjid. Peninggalan Kekaisaran Utsmani juga terlihat di area luar masjid, seperti pasar dan pemandian.

Pada 2017, UNESCO memutuskan untuk menambahkan Masjid Ibrahimi dan kawasan Kota Tua Al-Khalil (Hebron) – yang dianggap sebagai kawasan terancam punah milik Palestina – ke dalam Daftar Warisan Dunia. UNESCO menyebutkan dalam situs resminya bahwa Kota Tua Al-Khalil, tempat Masjid Ibrahimi berada, memiliki tingkat perlindungan hukum yang tinggi dan tercantum di dalam undang-undang, baik di tingkat lokal maupun nasional. Akan tetapi, pada kenyataannya, status tersebut tetap tidak bisa melindungi Masjid Ibrahimi dari pembantaian dan yahudisasi.

Pada 25 Februari 1994, seorang fanatik Yahudi bernama Baruch Goldstein menembaki jemaah yang sedang melaksanakan salat Subuh di Masjid Ibrahimi. Sebanyak 29 warga Palestina meninggal dan lebih dari 150 luka-luka dalam pembantaian tersebut. Masjid Ibrahimi kemudian ditutup sementara waktu. Namun, ketika dibuka kembali, masjid tersebut dibagi menjadi dua bagian oleh Israel; 63% diberikan kepada orang Yahudi dan 37% kepada umat Islam. Pembagian ini menjadi permulaan proyek yahudisasi yang lebih besar terhadap Masjid Ibrahimi di masa depan.

Proyek Yahudisasi Ancam Identitas Islam di Masjid Ibrahimi

Anak-Anak Palestina memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ibrahimi (Mondoweiss)
Anak-Anak Palestina memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ibrahimi (Mondoweiss)

Sepanjang 2025, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina telah melaporkan peningkatan signifikan pelanggaran Israel terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen. Dalam laporan tahunannya yang dirilis pada awal Januari 2026, kementerian mencatat bahwa pemukim Israel, dengan perlindungan penuh aparat kepolisian pendudukan, telah melarang azan di Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron), sebanyak 769 kali.

Pada awal 2025, Israel menolak menyerahkan Masjid Ibrahimi kepada pengelola Wakaf Palestina pada hari-hari besar Islam. Israel bahkan memasang kunci di seluruh pintu masjid. Dalam laporan yang diterbitkan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, mereka mencatat penutupan Masjid Ibrahimi selama 12 hari berturut-turut dengan dalih perang Iran–Israel, serta 11 hari tambahan dengan alasan hari raya Yahudi. Gerbang timur masjid tetap ditutup sejak awal tahun, sementara seluruh akses masuk jemaah dibatasi hanya melalui satu pintu pasar, yang berdampak pada penurunan tajam jumlah jemaah.

Pada bulan Ramadan, Israel menolak untuk membuka seluruh aula di Masjid Ibrahimi untuk umat Islam, terutama pada momen Laylatul Qadr (sepuluh hari terakhir Ramadan). Israel juga menolak untuk membuka seluruh aula, halaman, dan seluruh bagian Masjid Ibrahimi untuk umat Islam ketika Hari Raya Idulfitri.

Pada Hari Raya Iduladha, Israel juga menolak untuk menyerahkan Masjid Ibrahimi kepada Departemen Wakaf. Munjed al-Ja’bari, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Departemen Wakaf di Al-Khalil, mengatakan bahwa Israel tidak hanya menolak untuk menyerahkan situs suci tersebut kepada Departemen Wakaf, tetapi juga menolak untuk membuka gerbang timur untuk mencegah umat Islam mengakses seluruh bagian masjid. 

Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, pernah memimpin penyerbuan para pemukim ke halaman Masjid Ibrahimi pada Mei 2025. Mereka menyerbu masjid pada Jumat saat Subuh, kemudian Smotrich membacakan pidato di hadapan para tokoh pemukim dan beberapa rabi. Tak selesai sampai di sana, para pemukim kemudian membakar bendera Palestina sambil menari dengan iringan musik yang keras, sedangkan para pemukim lainnya mengibarkan bendera Israel di halaman masjid.

Pada 15 September 2025, Israel juga mengeluarkan perintah penyitaan halaman masjid—satu-satunya ruang terbuka bagi jemaah—untuk memungkinkan pemukim mendirikan bangunan, yang dinilai sebagai upaya mengubah karakter historis dan arkeologis masjid. Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan perintah tersebut mencakup 288 meter persegi halaman masjid, sehingga komisi mengajukan banding kepada UNESCO dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk campur tangan, namun tidak ada perubahan yang signifikan setelahnya.

Kini, pada awal 2026, Israel mencabut kewenangan perencanaan dan pembangunan Pemerintah Kota Al-Khalil (Hebron) di kawasan Masjid Ibrahimi, Tepi Barat selatan, dan mengalihkannya ke Administrasi Sipil Israel. Keputusan tersebut membuka jalan bagi proyek pemasangan struktur atap di dalam kompleks masjid, yang dinilai sebagai bagian dari rencana yahudisasi untuk mengubah karakter historis dan keagamaan Masjid Ibrahimi.

Langkah ini disetujui oleh Dewan Tinggi Perencanaan dan Pembangunan Administrasi Sipil Israel dan mendapat sambutan dari sejumlah pemimpin permukiman ilegal Israel. Padahal, ini merupakan pelanggaran terhadap status quo yang telah lama berlaku serta hukum internasional yang melarang perubahan sepihak terhadap situs keagamaan di wilayah pendudukan. 

Kemudian pada 18 Januari 2026, Pasukan pendudukan Israel mengeluarkan keputusan yang melarang direktur Masjid Ibrahimi, Mu’taz Abu Sneineh, dan kepala penjaga, Hammam Abu Murkhiya, memasuki masjid selama lima belas hari. Abu Sneineh mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel memanggilnya ke kantor polisi dan menyerahkan surat pemberitahuan yang melarang ia dan kepala penjaga, Abu Murkhiya, untuk datang dan memasuki masjid atau salat di masjid dan halamannya.

Baca Juga

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Langkah-langkah terbaru yang terjadi pada 2026 ini merupakan tindakan lebih lanjut dari keputusan yang sudah diambil berbulan-bulan lalu. Pada Juli 2025, komando pusat tentara Israel memindahkan wewenang administratif atas Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron) dari pemerintah kota Palestina ke Dewan Keagamaan pemukiman Israel Kiryat Arba’. 

Sebelumnya, Masjid Ibrahimi dikelola oleh Pemerintah Kota Al-Khalil (Hebron) untuk pemeliharaan infrastruktur sebagai situs bersejarah Palestina. Sementara itu, Departemen Wakaf Keagamaan Palestina, atau Awqaf, menyediakan staf keagamaan dan administrasi Masjid. Departemen Awqaf adalah bagian dari Otoritas Palestina, dan merupakan lembaga yang menjaga karakter keagamaan situs-situs suci Palestina dan hak-hak keagamaan yang terkait dengannya.

Ketika wewenang Awqaf dicabut atas suatu lokasi, lokasi tersebut tidak lagi dianggap sebagai situs keagamaan Palestina — dan dapat dialihkan untuk penggunaan lain, seperti objek wisata. Maka, ketika wewenang Awqaf dicabut oleh Israel, itu adalah bagian dari proyek yahudisasi. Mondoweiss menyebut tindakan tersebut bertujuan untuk meng-Israel-kan situs tersebut. Dengan kata lain, Israel berupaya menghapus karakter Palestina dari Masjid Ibrahimi dan membatasi atau sepenuhnya memblokir akses warga Palestina ke sana.

Diam Bukan Pilihan Saat Masjid Ibrahimi dalam Kondisi Terancam

Pemukim Yahudi memasang bendera Israel dan menorah Hanukkah di Masjid Ibrahimi (MEE)
Pemukim Yahudi memasang bendera Israel dan menorah Hanukkah di Masjid Ibrahimi (MEE)

Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sepanjang tahun 2025 dan pada awal 2026 ini merupakan kelanjutan dari penodaan-penodaan yang telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Beberapa pelanggaran besar yang tercatat di Masjid Ibrahimi, di antaranya tindakan para pemukim yang mengadakan konser untuk memperingati Paskah pada 2022 dan pemasangan menorah (lilin) Hanukkah oleh Presiden Israel Isaac Herzog pada akhir 2021. 

Bertahun-tahun, Masjid Ibrahimi telah menjadi sasaran yahudisasi oleh Israel. Beritanya mungkin tidak seluas ketika pelanggaran terjadi di Masjid Al-Aqsa, namun bukan berarti kondisi Masjid Ibrahimi tidak lebih parah. Mungkin tidak semua media akan menyorot setiap terjadi pelanggaran di Masjid Ibrahimi, tetapi itu bukan alasan bagi kita untuk diam dan menganggap kondisinya baik-baik saja. Sikap diam terhadap penodaan-penodaan yang Israel lakukan hanya akan memicu proyek-proyek yahudisasi yang lebih besar, membuat umat Islam terancam kehilangan Masjid Ibrahimi secara permanen pada masa yang akan datang.

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI dan saat ini sedang menempuh pendidikan magister di program studi linguistik, FIB UI.

Sumber: 

UNESCO

Mapping the Apartheid

Wafa

Middle East Eye

Al Jazeera

Mondoweiss

Daily Sabah

Middle East Monitor

Anadolu Agency

Arab News

The New Arab

ShareTweetSendShare
Previous Post

Saat Dunia Membeku, Kepedulian Menghangatkan: Laporan Dekap Yatim Palestina

Next Post

Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Adara Relief International

Related Posts

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati
A

Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

by Marketing Communication
Januari 20, 2026
0
63

Mengurai Makna dan Dasar Syariat Secara bahasa, fidyah berasal dari akar kata fadaa, yang berarti mengganti atau menebus. Dalam konteks...

Read moreDetails
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Januari 19, 2026
35
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
33
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
48
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
36
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
354
Next Post
Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630