Koordinator proyek Médecins Sans Frontières (MSF/Dokter Lintas Batas) di Gaza, Hunter McGovern, memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza akibat cuaca musim dingin yang ekstrem, di tengah serangan Israel yang terus berlanjut.
Dalam pernyataan pada Rabu (20/01), McGovern mengatakan kepada media bahwa warga Gaza menghadapi musim dingin yang brutal. Banyak keluarga terpaksa tinggal di tempat perlindungan darurat berbahan plastik atau tenda-tenda lama yang rusak akibat angin kencang dan hujan lebat. Warga telah lama hidup di tenda-tenda tersebut dan berulang kali memindahkannya karena banjir dan cuaca ekstrem.
Ia menjelaskan bahwa tenda-tenda tersebut sangat rapuh dan rusak parah. Anak-anak dan orang dewasa dilaporkan meninggal akibat kedinginan. Banyak keluarga, kata McGovern, hanya bertahan dengan jumlah selimut yang sangat terbatas, yang justru bisa mematikan ketika basah.
McGovern juga menyoroti bahwa serangan udara Israel terus berlangsung secara rutin, bersamaan dengan pelarangan aktivitas sejumlah organisasi kemanusiaan internasional di Gaza. Saat ini, proyek MSF di Kota Gaza menangani hampir 2.900 pasien. Namun, ia memperingatkan bahwa MSF termasuk organisasi yang terancam dilarang, padahal layanan mereka tidak tergantikan bagi banyak warga untuk bertahan hidup.
Pada 4 Januari 2025, Israel mulai mencabut izin operasional 37 organisasi bantuan internasional di Gaza dengan tuduhan menolak menyerahkan daftar pegawai dan tidak mematuhi prosedur keamanan baru.
Otoritas Israel juga terus membatasi masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang saat ini dihuni sekitar 1,5 juta pengungsi dari total 2,4 juta penduduk, di bawah pengepungan yang telah berlangsung lebih dari 18 tahun.
Sumber:
Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)