Sebanyak 11 warga Palestina, termasuk tiga jurnalis, terbunuh dalam serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Rabu (21/01). Serangan ini merupakan pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam pernyataannya, kementerian juga menyebutkan bahwa enam orang mengalami luka-luka akibat serangan yang menargetkan sejumlah wilayah di Gaza. Namun, tidak dijelaskan secara rinci lokasi serangan maupun identitas seluruh korban.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan kepada Anadolu bahwa tiga jurnalis termasuk di antara korban yang terbunuh dalam serangan Israel di wilayah selatan Gaza. Mereka adalah Abdel Raouf Samir Shaat, Mohammed Salah Qashta, dan Anas Abdullah Ghanim, yang diketahui bekerja untuk sejumlah media. Dengan kematian tiga jurnalis tersebut, jumlah jurnalis Palestina yang terbunuh sejak dimulainya agresi Israel meningkat menjadi 260 orang.
Sebelumnya, saksi mata melaporkan bahwa pasukan Israel membombardir wilayah timur Kota Deir al-Balah, membunuh sedikitnya tiga orang. Serangan udara juga menghantam lingkungan timur Kota Gaza, di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terjadi hampir setiap hari sejak diberlakukan pada 10 Oktober.
Sumber medis mencatat tiga orang yang terbunuh di Kota Gaza, sementara tiga korban jiwa tambahan dilaporkan di wilayah selatan Gaza. Selain itu, sumber lokal mengatakan dua ledakan besar mengguncang Gaza utara dan Kota Gaza setelah pasukan Israel menghancurkan sisa bangunan dan fasilitas di sebelah timur kawasan Sheikh Zayed.
Kapal perang Israel dilaporkan menembakkan senapan mesin ke arah garis pantai Kota Gaza. Sementara itu, helikopter dan kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke wilayah timur kota. Di Gaza selatan, kendaraan militer Israel menembaki secara intensif wilayah timur Khan Younis, menurut keterangan para saksi.
Hingga kini, militer Israel masih menguasai zona penyangga di wilayah selatan dan timur Gaza, serta sebagian besar wilayah Gaza utara. Secara keseluruhan, Israel menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.
Sejak 8 Oktober 2023, agresi militer Israel yang berlangsung selama dua tahun telah membunuh lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang. Agresi tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober, serangan Israel tercatat masih membunuh 483 warga Palestina dan melukai 1.287 lainnya. Selain itu, Israel terus membatasi masuknya bantuan makanan, tempat tinggal darurat, dan bantuan medis ke Gaza, tempat sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Sumber:
MEMO, AA
![Sejumlah warga, kerabat, dan kolega jurnalis Enes Ganim, Abd Shaat, dan Muhammed Kashta yang meninggal akibat serangan Israel yang melanggar gencatan senjata di Koridor Netzarim menghadiri upacara pemakaman setelah jenazah dibawa dari Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza pada 21 Januari 2026. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260121-40326715-40326696-3_JOURNALISTS_AMONG_11_GAZANS_KILLED_IN_ISRAELI_ATTACKS_AMID_CEASEFIRE_VIOLATIONS-1-1-750x375.webp)






![Aksi protes yang diadakan sebagai bagian dari Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina di Ramallah, Tepi Barat pada 30 November 2025. [Issam Rimawi – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20251130-39852262-39852259-PROTEST_IN_RAMALLAH_ON_INTERNATIONAL_DAY_OF_SOLIDARITY_WITH_PALESTINIAN_PEOPLE-75x75.webp)
![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)