Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperingatkan bahwa Gaza berisiko kembali mengalami kelaparan pada tingkat katastrofik, meskipun operasi kemanusiaan telah diperluas secara signifikan. Dalam pernyataannya pada Senin, WFP menyebut bahwa 100 hari sejak gencatan senjata, bantuan pangan telah menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan di seluruh Jalur Gaza.
Namun demikian, WFP menegaskan bahwa meskipun kemajuan penting telah dicapai dalam menekan ancaman kelaparan, situasinya masih sangat rapuh. Akses berkelanjutan melalui seluruh perlintasan, kelancaran arus bantuan kemanusiaan dan barang komersial, serta keberlanjutan gencatan senjata menjadi kunci untuk mencegah Gaza kembali terjerumus ke dalam krisis kelaparan yang parah.
Hampir seluruh keluarga di Gaza saat ini bergantung pada bantuan pangan, kondisi yang dinilai tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. WFP menekankan perlunya mempertahankan aliran bantuan penyelamat nyawa sembari membangun kembali mata pencaharian, keberagaman pangan, dan kemandirian masyarakat.
Berdasarkan analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Desember, sekitar 77 persen penduduk Gaza masih berada pada tingkat kerawanan pangan krisis (IPC-3 ke atas), dengan lebih dari 100.000 orang mengalami kelaparan pada tingkat katastrofik (IPC-5). WFP menegaskan bahwa capaian ketahanan pangan dalam 100 hari terakhir tetap rentan dan dapat dengan mudah memburuk jika akses bantuan terganggu.
Sumber:
Palinfo


![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan saat serangan Israel terus berlanjut, sementara warga Palestina kekurangan kebutuhan pokok, di tenda-tenda darurat yang didirikan di dekat rumah mereka yang hancur selama cuaca dingin pada 18 Januari 2026, di Jabalia, Jalur Gaza. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260118-40290650-40290631-ISRAELI_ATTACKS_CONTINUE_IN_GAZA_STRIP-scaled-e1768940934674-120x86.webp)
![ruk-truk bantuan yang bermuatan pasokan kemanusiaan masih terhenti di Pos Perbatasan Rafah di sisi Mesir karena serangan Israel dan penutupan perbatasan, pengiriman bantuan terbatas dan tertunda di Rafah, Mesir pada 6 Agustus 2025. [Mohamed Elshahed – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20250806-38760765-38760738-HUMANITARIAN_AID_TRUCKS_AWAIT_BORDER_CROSSING_IN_RAFAH-1-120x86.webp)



