Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza telah meluncurkan putaran kedua kampanye vaksinasi untuk anak-anak di bawah usia tiga tahun yang terkena dampak genosida dan blokade Israel. Kampanye vaksinasi ini dilaksanakan bekerja sama dengan UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, dan Palang Merah Palestina, dengan dukungan dari UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata kementerian pada Ahad (18/01), hari pertama peluncuran vaksinasi tersebut.
Kampanye ini diperkirakan berlangsung selama 10 hari dan akan dilaksanakan ole 170 tim vaksinasi di 129 pusat medis, di tengah kekhawatiran keamanan karena pelanggaran gencatan senjata yang hampir setiap hari dilakukan oleh militer Israel sejak bulan Oktober.
Ayman Abu Rahma, Kepala Direktorat Pencegahan Penyakit Kemenkes, mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed, bahwa kampanye vaksinasi ini menargetkan anak-anak Palestina yang telah melewatkan satu atau lebih dosis vaksin dasar, terutama yang lahir selama agresi genosida Israel di Gaza, atau beberapa bulan sebelumnya.
Abu Rahma menjelaskan, “Pengusiran berulang terhadap ratusan ribu keluarga dari utara Jalur Gaza ke selatan, dan kemudian kepulangan sebagian dari mereka, menciptakan tantangan ganda bagi akses anak-anak terhadap vaksin, baik karena jarak dari pusat kesehatan maupun ketiadaan pusat kesehatan sama sekali di banyak daerah pengungsian. Artinya, banyak anak belum dapat menerima vaksinasi wajib.” Dia menambahkan, “Program vaksin nasional melindungi anak-anak dari 12 hingga 13 penyakit serius yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk penyakit yang dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap nyawa anak-anak.”
Putaran kedua kampanye vaksinasi susulan ini dilakukan setelah putaran pertama pada November tahun lalu, yang juga bekerja sama dengan badan-badan PBB. Anak-anak menerima vaksinasi rubella, gondongan, campak, polio, dan penyakit lainnya. Putaran ketiga juga diharapkan akan segera dilaksanakan.
Sumber: The New Arab








