Dua warga Palestina terbunuh dan tiga lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Kota Gaza pada Rabu (7/01), menurut sumber medis. Serangan tersebut menargetkan sebuah rumah di lingkungan Al-Tuffah, Gaza bagian timur, wilayah yang sebelumnya telah ditinggalkan pasukan Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata tahun lalu.
Serangan ini menambah daftar pelanggaran terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata tersebut, Israel telah membunuh 424 warga Palestina dan melukai 1.189 lainnya.
Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, agresi militer Israel telah membunuh lebih dari 71.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang, dan meninggalkan Jalur Gaza dalam kondisi hancur.
Sumber:
AA, MEMO
![Tim pertahanan sipil mencari jenazah setelah sebuah bangunan yang rusak akibat serangan Israel runtuh di Kamp Pengungsi Maghazi di Jalur Gaza pada 5 Januari 2026. [Stringer – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260105-40163693-40163679-TWO_PALESTINIANS_KILLED_AFTER_AN_ISRAELI_ATTACK_IN_GAZA-1-750x375.webp)






![Sepuluh tahanan Palestina yang dibebaskan oleh pasukan Israel dipindahkan ke Rumah Sakit Martir Al Aqsa melalui Komite Internasional Palang Merah, di Deir al Balah, Gaza pada 7 Januari 2026. [Stringer – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260107-40188511-40188484-ISRAELI_FORCES_RELEASE_10_PALESTINIAN_PRISONERS-1-75x75.webp)
