Para perempuan tawanan Palestina di Penjara Damon dilaporkan mengalami kekerasan berulang, perlakuan sewenang-wenang, dan penghinaan dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya kebijakan represif Israel di bawah Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir. Menurut Kantor Media Asra, pasukan Israel melakukan penggerebekan brutal berulang kali ke sel perempuan sepanjang Desember, memaksa mereka tiarap di lantai, mengacak-acak sel, meneror dengan anjing polisi, serta menembakkan granat kejut ke dalam blok tawanan. Para tawanan juga dipaksa bertahan dalam kondisi dingin ekstrem, dilarang mengenakan jaket musim dingin, dan menghadapi jendela tanpa kaca yang memperparah penderitaan fisik dan psikologis mereka.
Kekerasan ini terjadi di tengah berlanjutnya penahanan massal terhadap warga Palestina. Pemerintah Israel mengakui masih menahan 1.287 warga Gaza di penjara dan fasilitas militer, selain 41 orang lainnya ditawan selama masa gencatan senjata melalui perintah penahanan sementara. Sejak 7 Oktober 2023, ribuan warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat ditangkap, banyak di antaranya mengalami penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi. Meski hampir 2.000 tawanan dibebaskan pada Oktober lalu dalam kesepakatan gencatan senjata, ribuan lainnya masih mendekam di penjara.
Penahanan ini didukung oleh undang-undang darurat yang memungkinkan Israel menahan warga Palestina tanpa dakwaan dan tanpa batas waktu, serta membatasi akses terhadap pendampingan hukum. Meski digugat oleh sejumlah organisasi HAM Israel, Israel justru memperpanjang langkah ilegal tersebut. Organisasi hak asasi manusia menilai kondisi penjara semakin memburuk sejak Ben-Gvir mengambil alih layanan penjara pada 2023, dengan lonjakan penyiksaan dan kekerasan. Sebuah komite PBB bahkan menyebut Israel melakukan penyiksaan yang terorganisasi dan meluas, termasuk pemukulan berat, serangan dengan anjing, kekerasan seksual, penelantaran medis, hingga operasi tanpa anestesi. Sedikitnya 110 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dalam tawanan Israel sejak agresi genosida dimulai.
Sumber:
Palinfo, The New Arab







![Tim pertahanan sipil mencari jenazah setelah sebuah bangunan yang rusak akibat serangan Israel runtuh di Kamp Pengungsi Maghazi di Jalur Gaza pada 5 Januari 2026. [Stringer – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260105-40163693-40163679-TWO_PALESTINIANS_KILLED_AFTER_AN_ISRAELI_ATTACK_IN_GAZA-1-75x75.webp)
