• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Perluasan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Capai Rekor Tertinggi di 2025

by Adara Relief International
Januari 5, 2026
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Perluasan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Capai Rekor Tertinggi di 2025
26
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Tahun 2025 berakhir sebagai tahun pemecah rekor untuk perluasan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Koalisi sayap kanan Israel menyetujui sejumlah besar permukiman dan proyek perumahan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya – sebuah upaya yang menurut kelompok hak asasi manusia bertujuan untuk mencaplok wilayah tersebut dan menghalangi pembentukan negara Palestina.

Menurut organisasi pengawas permukiman Israel, Peace Now, persetujuan yang diselesaikan tahun ini menandai percepatan yang dimulai di bawah pemerintahan saat ini, melampaui periode mana pun sejak Perjanjian Oslo ditandatangani pada tahun 1993.

Rencana 41 permukiman disetujui pada tahun 2025

Peace Now menyatakan bahwa rencana untuk 41 permukiman ilegal baru telah disetujui pada tahun 2025, menjadikannya tahun dengan persetujuan permukiman terbanyak dalam sejarah. Angka tersebut mencakup permukiman yang baru diumumkan dan legalisasi retroaktif terhadap pos-pos terpencil yang sebelumnya tidak sah.

Pada bulan Mei, Kabinet Keamanan Israel menyetujui pembangunan 22 permukiman ilegal baru di tanah Palestina di Tepi Barat – perluasan terbesar dalam beberapa dekade. Langkah tersebut mencakup pembangunan kembali permukiman di Homesh dan Sa-Nur, yang dibongkar di bawah penarikan sepihak Israel dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Pada 21 Desember, Kabinet Keamanan menyetujui rencana tambahan untuk melegalkan 19 permukiman lagi di Tepi Barat, beberapa di antaranya baru didirikan dan lainnya merupakan pos terdepan yang sudah lama berdiri dan kini diberikan status resmi.

Pemerintahan Israel saat ini bergerak cepat setelah menjabat, melegalkan 10 pos terdepan pada awal tahun 2023 dan mengubah sembilan di antaranya menjadi permukiman. Secara keseluruhan, 68 permukiman telah disetujui, dilegalkan, atau dimulai selama tiga tahun terakhir, kata Peace Now.

Tersebar di seluruh Tepi Barat

Ekspansi ini mencakup wilayah geografis yang luas dan merambah ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak memiliki permukiman. Pada awal 2023, terdapat kurang lebih 140 permukiman di Tepi Barat. Dengan persetujuan baru-baru ini, jumlah tersebut telah meningkat menjadi 208, sementara total pemukim Israel di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) dan Tepi Barat sekarang mencapai sekitar 750.000 jiwa.

Ekspansi permukiman juga dipercepat melalui persetujuan pembangunan. Organisasi Peace Now di situs webnya mengatakan bahwa Israel memajukan rencana untuk 28.163 unit perumahan pada 2025 – angka tertinggi yang pernah tercatat.

Pada akhir 2025, Israel menyetujui rencana yang memungkinkan para pemukim untuk kembali ke Sa-Nur, dengan memberikan lampu hijau untuk 126 unit perumahan di lokasi yang dievakuasi pada tahun 2005, menurut media Israel.

Langkah ini dimungkinkan melalui amandemen yang diperkenalkan oleh pemerintah saat ini terhadap Undang-Undang Penarikan Pasukan, yang mencabut pembatasan kehadiran Israel di sebagian wilayah Tepi Barat bagian utara.

Peace Now mengatakan bahwa persetujuan tersebut menandai kembalinya aktivitas permukiman di dalam wilayah Tepi Barat bagian utara, di daerah-daerah Palestina yang padat penduduk, yang sebelumnya bebas dari pemukim. 

Menghalangi pembentukan negara Palestina

Perluasan permukiman merupakan inti dari strategi pemerintah untuk mencegah terbentuknya negara Palestina tanpa secara resmi mendeklarasikan aneksasi. Tekanan dari gerakan pemukim telah meningkat, mendorong Israel menuju aneksasi de facto sambil menghindari deklarasi formal karena tekanan internasional dan AS.

Juru bicara B’Tselem, Pusat Informasi Israel untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan, Yair Dvir mengatakan bahwa pembangunan permukiman itu disertai dengan pengusiran paksa warga Palestina.

“Israel terus memajukan pembersihan etnis di Tepi Barat, baik melalui pembangunan dan legalisasi retroaktif pos-pos terdepan dan permukiman baru, maupun melalui pengusiran paksa komunitas Palestina dan pengambilalihan secara kekerasan atas wilayah-wilayah luas tanah Palestina,” katanya kepada Anadolu.

Kekhawatiran untuk tahun 2026

Ke depan, Yonatan Mizrachi dari Tim Pengawasan Permukiman Peace Now mengatakan perluasan permukiman kemungkinan akan berlanjut hingga 2026, tahun pemilihan umum di Israel.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

“Kami berasumsi bahwa kemajuan pemukiman, unit rumah, dan dukungan keuangan kepada para pemukim akan berlanjut pada tahun 2026 – mungkin meningkat atau mungkin tidak,” katanya. “Namun yang pasti, pola yang telah kita lihat dalam tiga tahun terakhir akan berlanjut.” 

Dia menambahkan bahwa sejak Oktober 2023, puluhan komunitas Palestina terpaksa mengungsi karena kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim. “Seringkali, pos terdepan dibangun di sebelah komunitas Palestina, sehingga membuat situasi lebih tegang bagi warga Palestina untuk tinggal di sana,” katanya. “Kita masih melihat banyak kekerasan yang dilakukan oleh pemukim, sebagian besar berasal dari pos terdepan ilegal.”

Mizrachi memperingatkan bahwa tren tersebut memperdalam ketidakstabilan. “Alih-alih menuju solusi politik yang berarti menarik diri dari Tepi Barat,” katanya, “kita malah semakin terjerumus ke dalam situasi yang lebih bermasalah.”

Sumber : MEMO

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Sukses Digelar, Pengunjung Palfest Penuhi Taman Ismail Marzuki

Next Post

Israel Cabut Izin Operasional 37 Organisasi Internasional yang Salurkan Bantuan ke Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
19

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Israel Cabut Izin Operasional 37 Organisasi Internasional yang Salurkan Bantuan ke Gaza

Israel Cabut Izin Operasional 37 Organisasi Internasional yang Salurkan Bantuan ke Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630