Seorang peserta pelantikan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, pada Kamis membawa foto Hind Rajab, seorang anak Palestina berusia lima tahun yang terbunuh akibat serangan pasukan Israel di Gaza setelah berjam-jam memohon pertolongan.
Kisah Hind menjadi perhatian dunia pada 2024 setelah beredar rekaman panggilan telepon yang merekam detik-detik terakhir ketika Hind dan keluarganya berusaha melarikan diri dari serangan Israel. Dalam panggilan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, Hind memohon kepada petugas penyelamat agar datang menolongnya setelah mobil keluarganya ditembaki dan ia sebagai satu-satunya yang masih selamat, terjebak bersama jenazah kerabatnya.
Dua petugas Palang Merah Bulan Sabit Palestina (PRCS) yang dikirim untuk menyelamatkan Hind juga dilaporkan terbunuh akibat tembakan pasukan Israel. Dalam panggilan tersebut, Hind menyebut keberadaan kendaraan militer Israel di dekat mobil keluarganya. Beberapa jam kemudian, sambungan terputus. Setelahnya, ditemukan 335 lubang peluru di mobil tersebut.
Foto Hind dikibarkan saat lagu kebangsaan dinyanyikan di luar Balai Kota New York, tempat ratusan orang berkumpul, menandai dimulainya pemerintahan baru.
Dalam pidatonya, Mamdani menegaskan komitmennya untuk menjadi wali kota bagi seluruh warga New York. Ia menyatakan bahwa antisemitisme tidak akan ditoleransi, sekaligus menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai wali kota Muslim pertama New York dalam sebuah upacara tertutup, dengan mengucapkan sumpah jabatan menggunakan Al-Qur’an milik kakeknya serta salinan Al-Qur’an berusia 200 tahun dari Perpustakaan Umum New York. Mamdani juga tercatat sebagai wali kota pertama New York keturunan Asia Selatan dan yang lahir di Afrika.
Politisi berusia 34 tahun ini menarik perhatian global karena sikap tegasnya menentang genosida Israel di Gaza. Ia bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat mendanai genosida tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Donald Trump, yang disebut sebagai pertama kalinya isu itu disampaikan secara langsung di Gedung Putih. Mamdani juga pernah menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York, merujuk pada surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Sumber:








