Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza memperingatkan merebaknya wabah hepatitis A dan penyakit pencernaan akibat air minum yang tercemar di seluruh Jalur Gaza. Direktur Program Kesehatan Bulan Sabit Merah Gaza, Bashar Murad, menyatakan bahwa penyebaran hepatitis A menjadi indikator jelas tercemarnya sumber air secara luas, yang berkembang menjadi krisis kesehatan serius pascaperang.
Murad menjelaskan bahwa sekitar 80 persen jaringan air Gaza hancur selama agresi militer, memaksa warga bergantung pada air yang diangkut. Hasil uji laboratorium menunjukkan air tersebut terkontaminasi virus dan bakteri penyebab penyakit pencernaan. Selain itu, kasus influenza juga meningkat, terutama di kalangan anak-anak, akibat kepadatan penduduk, cuaca dingin ekstrem, dan pencemaran lingkungan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pencegahan dan bantuan darurat bagi kelompok rentan sebelum musim hujan dan badai, namun bantuan yang dapat disalurkan masih jauh dari kebutuhan minimum untuk meringankan penderitaan warga Gaza.
Krisis kesehatan ini terjadi di tengah genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang membunuh dan melukai lebih dari 242.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak. Ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi, ribuan orang dilaporkan hilang, kelaparan meluas, dan sebagian besar kota serta permukiman di Gaza hancur atau lenyap.
Sumber: Atlas Press, MEMO








