Sedikitnya 411 warga Palestina terbunuh dan 1.112 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, demikian disampaikan Kantor Media Pemerintah Gaza. Dalam periode tersebut, tercatat 875 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan artileri, invasi militer ke kawasan permukiman, serta penghancuran rumah-rumah warga.
Kantor Media Pemerintah juga menuding Israel gagal memenuhi kewajiban kemanusiaan dalam perjanjian tersebut. Dari 42.800 truk bantuan yang disepakati, hanya 17.819 truk yang diizinkan masuk ke Gaza, atau sekitar 41 persen dari target harian. Sementara itu, pasokan bahan bakar yang masuk hanya mencapai 10 persen dari jumlah yang disepakati, menyebabkan rumah sakit, sektor pangan rakyat, serta fasilitas air dan sanitasi hampir lumpuh total.
Penolakan Israel untuk membuka perlintasan dan mengizinkan masuknya tenda, rumah darurat, serta bahan perlindungan lainnya telah memicu krisis kemanusiaan mendalam dan belum pernah terjadi sebelumnya. Taktik pembatasan tersebut turut menyebabkan runtuhnya puluhan bangunan rusak saat badai musim dingin, yang membunuh sedikitnya 15 warga Palestina.
Sejak agresi dimulai pada Oktober 2023, hampir 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, sementara lebih dari 171.000 lainnya terluka. Kantor Media Pemerintah Gaza mendesak komunitas internasional untuk memastikan masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar secara aman dan segera guna mencegah bencana kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza.
Sumber: MEMO, AA








