Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan krisis kesehatan yang sangat serius di Gaza akibat kelangkaan obat-obatan dan perlengkapan medis, di tengah dua tahun agresi Israel dan pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan kemanusiaan. Saat ini, 52 persen obat-obatan esensial dan 71 persen perlengkapan medis telah habis dari stok, termasuk 321 jenis obat penting dan 710 item bahan medis konsumsi.
Krisis ini berdampak langsung pada layanan gawat darurat, bedah, dan perawatan intensif. Kekurangan obat-obatan vital berpotensi membuat sekitar 200.000 pasien kehilangan layanan darurat, 100.000 pasien tidak mendapatkan operasi, dan 700 pasien tidak memperoleh perawatan intensif. Sebanyak 650 pasien gagal ginjal terancam tanpa akses dialisis, sementara kekurangan obat kanker mencapai 70 persen, menyebabkan sekitar 1.000 pasien tidak mendapatkan pengobatan dan dilaporkan telah merenggut nyawa sejumlah pasien. Layanan jantung, ortopedi, dan kesehatan mata juga terhenti atau berjalan pada tingkat minimum.
Sebanyak 59 persen pemeriksaan laboratorium penting, termasuk tes penunjang keputusan medis yang menyelamatkan nyawa, tidak lagi tersedia. Kondisi ini diperparah oleh taktik pembatasan Israel yang hanya mengizinkan kurang dari 30 persen kebutuhan bulanan truk medis untuk masuk ke Gaza, dengan jenis bantuan yang sering kali tidak sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.
Sejak agresi dimulai pada Oktober 2023, hampir seluruh fasilitas kesehatan di Gaza menjadi sasaran serangan. Sedikitnya 125 fasilitas kesehatan rusak, termasuk 34 rumah sakit. Akibat penutupan perlintasan, sekitar 1.500 anak masih menunggu evakuasi medis, sementara lebih dari 1.200 pasien, termasuk anak-anak, dilaporkan meninggal dunia karena tidak dapat dirujuk untuk perawatan di luar Gaza.
Meski gencatan senjata diberlakukan sejak 10 Oktober, Israel terus melanggar perjanjian melalui serangan berulang dan penghalangan bantuan kemanusiaan. Kementerian Kesehatan Palestina menegaskan bahwa tanpa intervensi internasional segera dan akses kemanusiaan penuh, sistem kesehatan Gaza terancam runtuh sepenuhnya.
Sumber: MEMO, Qudsnen








