• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kritik Meningkat terhadap Penanganan Banjir Sumatra dan Penolakan Bantuan Asing

by Adara Relief International
Desember 22, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Seorang warga memasang bendera putih di depan rumahnya yang rusak pada 17 Desember 2025, setelah banjir besar di desa Jambak, distrik Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh. Bendera putih tersebut dikibarkan oleh warga desa untuk menyerukan kepada pemerintah agar segera menyatakan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional, yang akan memungkinkan bantuan internasional masuk dan membantu mempercepat upaya pemulihan. (Antara/Syifa Yulinnas)

Seorang warga memasang bendera putih di depan rumahnya yang rusak pada 17 Desember 2025, setelah banjir besar di desa Jambak, distrik Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh. Bendera putih tersebut dikibarkan oleh warga desa untuk menyerukan kepada pemerintah agar segera menyatakan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional, yang akan memungkinkan bantuan internasional masuk dan membantu mempercepat upaya pemulihan. (Antara/Syifa Yulinnas)

137
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ketidakpuasan publik terus meningkat terhadap penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Krisis akibat Topan Senyar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hampir sebulan terakhir telah membawa korban jiwa hingga lebih dari 1.090 orang, membuat sekitar 510.000 warga mengungsi, serta merusak ratusan ribu rumah dan infrastruktur.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Aceh menjadi wilayah paling terdampak, mencakup hampir separuh korban jiwa dan sebagian besar pengungsi. Di tengah keterbatasan bantuan dan masih terisolasinya sejumlah wilayah, warga Aceh mengibarkan bendera putih di jalan, desa, dan lokasi pengungsian sebagai simbol keputusasaan dan permintaan pertolongan. Pemerintah daerah mengakui kapasitas mereka kewalahan menghadapi skala bencana.

Kemarahan publik juga dipicu oleh keputusan pemerintah pusat yang menolak menetapkan status darurat nasional, sehingga bantuan kemanusiaan internasional sempat diblokir. Pemerintah Kota Medan, atas arahan pusat, mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab, sementara bantuan 500 ton dari komunitas Aceh di Malaysia juga sempat ditolak sebelum akhirnya diizinkan masuk. Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menyebut nilai bantuan Malaysia “tidak signifikan” memicu kecaman luas dan berujung permintaan maaf.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa penanganan bencana telah dilakukan secara terkoordinasi tanpa perlu bantuan asing. Presiden Prabowo menyatakan Indonesia mampu menangani bencana secara mandiri, sementara pejabat lain meminta persatuan dan menolak narasi bahwa pemerintah tidak bekerja.

Namun, para pengamat menilai kemarahan warga Aceh wajar karena ketidakpastian penanganan, distribusi bantuan yang belum merata, serta lambannya pemulihan di wilayah terpencil. Situasi ini diperparah dengan kekhawatiran akan berakhirnya dana otonomi khusus Aceh pada 2027. Para ahli menilai pemerintah pusat perlu mengakui keterbatasan respons dan memulihkan kepercayaan publik agar krisis kemanusiaan dan sosial tidak semakin memburuk.

Sumber: The Jakata Post

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dapur Gaza Kembali Mengepul

Next Post

Pemimpin Gereja Al-Quds: Israel Terus Membunuh Ratusan Warga di Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Pemimpin Gereja Al-Quds: Israel Terus Membunuh Ratusan Warga di Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku

Pemimpin Gereja Al-Quds: Israel Terus Membunuh Ratusan Warga di Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630