Ratusan keluarga di wilayah Batu Busuak, Kota Padang, Sumatera Barat, terisolasi setelah banjir bandang kembali melanda kawasan tersebut pada Ahad (14/12/2025). Bencana ini menjadi banjir bandang keempat yang terjadi sejak akhir November dan mengakibatkan terputusnya satu-satunya akses jalan menuju permukiman warga.
Banjir dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Kuranji. Derasnya aliran air menggerus badan jalan di dekat Jembatan Batu Busuak hingga sekitar 100 meter ruas jalan terputus total setelah alur sungai berubah. Akibatnya, sekitar 300 hingga 400 keluarga terisolasi di dalam wilayah tersebut.
Ketua Pemuda Batu Busuak, Zalhendri (51), mengatakan warga kini terpaksa memanjat perbukitan dan berjalan kaki sejauh 160–200 meter dengan medan terjal dan licin untuk keluar-masuk kampung. “Jalan keluar-masuk Batu Busuak putus total. Debit air sangat besar. Kami berharap pemerintah segera bertindak memulihkan akses,” ujarnya.
Kondisi ini semakin memperparah situasi warga yang sebelumnya juga terdampak banjir dan longsor pada November lalu. Warga yang sakit terpaksa dievakuasi menggunakan gerobak secara bergotong royong oleh personel TNI untuk mencapai fasilitas kesehatan. Selain itu, warga kesulitan membeli kebutuhan pokok maupun mengambil bantuan dari luar daerah akibat akses yang terputus. Pemadaman listrik juga masih terjadi di sejumlah titik.
Sejumlah warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara, termasuk di masjid setempat. Bantuan logistik dilaporkan terlambat karena relawan harus berjalan kaki menyeberangi perbukitan untuk mencapai lokasi. Persediaan kebutuhan dasar, termasuk bahan makanan dan gas memasak, mulai menipis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap dan menerjang permukiman warga. Di kawasan Batu Busuak, sedikitnya 12 warga sempat terjebak banjir dan harus dievakuasi. Dua di antaranya dilaporkan hanyut, namun berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Meski air banjir telah surut, BPBD mengingatkan potensi hujan susulan masih tinggi. Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat aman jika hujan deras kembali turun.
Secara lebih luas, banjir dan longsor yang dipicu cuaca ekstrem sejak akhir November telah melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 1,5 juta orang terdampak, hampir 1 juta warga mengungsi, lebih dari seribu orang meninggal dunia, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperingatkan potensi bencana lanjutan seiring berkembangnya beberapa sistem siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sumber:
The Jakarta Post, Kompas







