Ratusan pemukim Israel menyerbu Tembok Buraq di sebelah barat Masjid Al-Aqsa serta halaman kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki, bertepatan dengan pekan perayaan hari raya Yahudi, Hanukkah (15/12). Aksi provokatif ini berlangsung di bawah penjagaan ketat kepolisian Israel dan disertai berbagai pembatasan terhadap warga Palestina.
Sumber-sumber lokal Al-Quds (Yerusalem) melaporkan bahwa pemukim Israel, termasuk Wali Kota Al-Quds (Yerusalem) Moshe Lion, seorang mantan tahanan Israel, dan sejumlah rabi, berkumpul di kawasan Tembok Buraq untuk menyalakan lilin pertama Hanukkah. Pada saat yang sama, slogan-slogan yahudisasi serta proyeksi cahaya bertema Taurat ditampilkan di dinding Bab al-Khalil (Gerbang Yaffa), sementara simbol-simbol besar seperti bintang Daud dan menorah dipasang di sejumlah titik Kota Tua.
Di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, Departemen Wakaf Islam Al-Quds (Yerusalem) menyebutkan bahwa pemukim masuk secara bergelombang dalam kelompok-kelompok besar, melakukan tur provokatif, ritual Talmud, doa, serta menerima penjelasan mengenai apa yang mereka sebut sebagai “Bait Suci”, khususnya di area timur masjid. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kesucian Al-Aqsa dan upaya sistematis untuk mengubah status quo sejarah dan keagamaannya.
Sementara itu, otoritas Israel memperketat pembatasan terhadap jemaah Palestina dengan mendirikan pos pemeriksaan, menyita kartu identitas di gerbang masjid, serta membatasi akses ke kawasan Kota Tua guna memfasilitasi penyerbuan pemukim.
Hanukkah, yang berlangsung selama delapan hari, dalam narasi Zionis dikaitkan erat dengan klaim atas “Bait Suci”. Ritual utama pada perayaan tersebut adalah penyalaan menorah dan pawai yang melintasi lorong-lorong Kota Tua di sekitar Masjid Al-Aqsa. Palestina memandang rangkaian kegiatan ini sebagai bagian dari kebijakan yudaisasi Al-Quds (Yerusalem) dan situs-situs sucinya, yang berlangsung di tengah eskalasi pelanggaran Israel di Tepi Barat dan agresi berkelanjutan terhadap Jalur Gaza.
Menanggapi situasi tersebut, kelompok dan otoritas keagamaan Palestina menyerukan warga untuk meningkatkan kehadiran dan keteguhan di Masjid Al-Aqsa guna menggagalkan rencana pendudukan dan menolak pelanggaran yang terus dilakukan oleh pemukim Israel dengan perlindungan aparat keamanan.
Sumber:
Palinfo








