Seorang dokter Palestina ditembak pada Kamis malam oleh pasukan pendudukan Israel di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat utara. Menurut sumber medis, ia terluka di bagian paha akibat peluru tajam saat meninggalkan rumah duka, lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan serbuan pemukim ilegal ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Di lokasi lain, pasukan Israel menggerebek Desa Beitin di timur laut Ramallah, sementara pemukim menambah rumah-rumah portabel baru di pos permukiman ilegal di Gunung Sabih, Beita, selatan Nablus.
Sejak dimulainya agresi genosida di Gaza, serangan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat—termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur)—semakin meningkat. Sekitar 1.070 hingga 1.093 warga Palestina telah dibunuh, lebih dari 10.000 terluka, dan lebih dari 20.000 ditangkap, termasuk sedikitnya 1.600 anak, menurut data Palestina.
Pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menegaskan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pengosongan semua permukiman di Tepi Barat serta Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber: The New Arab








