Badai “Byron” diperkirakan menghantam Jalur Gaza pada Rabu, membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, dan potensi penderitaan baru bagi warga yang telah terusir dari rumah mereka selama lebih dari satu tahun. Pemerintah Media Office Gaza (GMO) memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana kemanusiaan baru bagi lebih dari 1,5 juta pengungsi yang hidup di tenda-tenda rapuh dan penampungan darurat tanpa perlindungan memadai.
Badai tersebut telah mendekati pesisir wilayah pendudukan Palestina, dengan prakiraan hujan deras mulai Rabu hingga Jumat. Perkiraan cuaca menunjukkan curah hujan mencapai 100–150 mm, penurunan suhu tajam, serta embusan angin hingga 80 km/jam—cukup kuat untuk merobohkan tenda dan memicu gelombang laut tinggi.
GMO memperingatkan kemungkinan banjir bandang, kerusakan luas pada tenda-tenda dan struktur darurat, serta ancaman serius bagi keselamatan publik. Dengan peralatan perlindungan yang minim, banyak keluarga diperkirakan akan menghadapi malam-malam yang penuh kengerian; berjuang bertahan di dalam tenda yang sobek dan tidak tahan angin, sementara bantuan internasional tetap minim dan keheningan global terus berlangsung.








