Pasukan pendudukan Israel kembali meningkatkan serangan dan penangkapan besar-besaran di Tepi Barat. Dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa (9/12) dini hari, mereka menggerebek rumah-rumah warga, menyerbu dua universitas, serta menahan puluhan warga Palestina.
Di Birzeit, pasukan Israel menggerebek kampus Birzeit University dan menahan lima petugas keamanan kampus serta menyita ponsel mereka. Aktivitas akademik di Birzeit terpaksa ditunda demi keselamatan civitas akademika. Operasi serupa juga terjadi di Al-Quds University di Abu Dis. Kendaraan militer memasuki area kampus dan bergerak di antara sejumlah fakultas.
Tidak hanya kampus, pasukan Israel juga melakukan penangkapan besar-besaran di berbagai wilayah, terutama di Hebron, Nablus, Bethlehem, Salfit, Qalqilya, Ramallah, dan Jenin. Banyak rumah warga digeledah secara brutal, dengan laporan interogasi lapangan, kekerasan fisik, dan intimidasi terhadap keluarga.
Selain itu, serangan pemukim ilegal juga terus meningkat. Di Nahalin, seorang petani Palestina diculik dan diserang saat sedang membajak tanahnya. Di Masafer Yatta, pemukim membakar kendaraan dan traktor warga, serta mencoretkan slogan rasis di dinding rumah-rumah.
Organisasi kemanusiaan PBB melaporkan bahwa Oktober lalu terjadi lonjakan serangan pemukim, dengan 269 insiden yang menimbulkan korban dan kerusakan. Dalam bulan yang sama, 12 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 350 luka-luka akibat serangan pemukim maupun pasukan Israel.
Ketegangan semakin meningkat setelah Israel menyerbu kantor pusat UNRWA di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), merampas barang-barang dan perangkat teknologi, serta menurunkan bendera PBB. Tindakan ini menuai kecaman internasional sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perlindungan fasilitas PBB.
Hingga November, lebih dari 9.250 warga Palestina masih berada di penjara Israel, termasuk lebih dari 3.300 orang yang ditahan tanpa dakwaan dalam kerangka “penahanan administratif”—sebuah praktik yang dikecam luas oleh komunitas internasional.
Sumber: Palinfo, The New Arab








