Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras tindakan otoritas Israel yang secara paksa memasuki kompleks UNRWA di Sheikh Jarrah, Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Ia menegaskan bahwa fasilitas PBB bersifat tidak dapat diganggu gugat dan setiap bentuk intervensi terhadap properti PBB dilarang berdasarkan Konvensi Hak Istimewa dan Kekebalan PBB, sebagaimana ditegaskan pula oleh Mahkamah Internasional.
Guterres mendesak Israel untuk segera memulihkan dan menghormati keutuhan kompleks UNRWA serta menghentikan seluruh tindakan lebih lanjut yang melanggar kewajiban internasional.
Menurut Kepala UNRWA Philippe Lazzarini, polisi dan pejabat kota Israel memasuki kompleks tersebut tanpa izin, memutus komunikasi, menyita furnitur dan peralatan, serta menurunkan bendera PBB untuk diganti dengan bendera Israel.
UNRWA, yang dibentuk lebih dari 70 tahun lalu untuk membantu pengungsi Palestina—kini menghadapi krisis finansial setelah Israel melarang operasinya dan melancarkan kampanye tuduhan terhadap stafnya terkait peristiwa 7 Oktober 2023. Staf UNRWA bahkan terpaksa meninggalkan kompleks itu sejak awal tahun.
Sumber: AA, MEMO








