Pasukan pendudukan Israel kembali meledakkan sebuah rumah warga Palestina pada Selasa malam di dalam Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat bagian utara. Sumber lokal melaporkan dentuman besar mengguncang kamp tersebut, disusul kepulan asap tebal dari kawasan lingkungan Tal‘at al-Ghabbaz setelah satu rumah diledakkan.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah tentara Israel memulai penghancuran rumah-rumah warga di kamp yang sama, menyusul pengumuman rencana untuk meratakan 24 bangunan di dalam kamp tersebut.
Sebelumnya, pada 12 November, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan bahwa citra satelit menunjukkan sekitar 1.460 bangunan hancur atau mengalami kerusakan berat hingga sedang di kamp-kamp Jenin, Nur Shams, dan Tulkarem di Tepi Barat utara. Sejak 21 Januari, Israel telah melancarkan ofensif militer berkelanjutan di kamp-kamp tersebut.
Di sisi lain, Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) mengungkapkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah melakukan sekitar 21.000 penangkapan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem), sejak agresi besar-besaran terhadap Jalur Gaza dimulai lebih dari dua tahun lalu. PPS menyebut kampanye penangkapan ini sebagai “yang terbesar dalam beberapa dekade,” tidak hanya berupa penahanan massal tetapi juga mencakup kejahatan serius seperti pembunuhan di luar proses hukum saat melakukan penangkapan.
PPS juga menyoroti upaya legislasi terbaru Israel yang bertujuan melegalisasi hukuman mati terhadap tawanan Palestina. Pada hari yang sama, pasukan Israel turut menghancurkan rumah dua tawanan di Nablus dan Tubas, yang digambarkan sebagai bagian dari strategi hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.
Sumber:
Palinfo








