JAKARTA-Jika diminta menyebutkan aktivitas-aktivitas harian yang membutuhkan air dalam keseharian kita, mungkin jawabannya akan sangat banyak: minum, mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, mengepel lantai, dan masih banyak lainnya. Aktivitas harian yang kita anggap biasa tersebut, saat ini nyaris tidak bisa dilakukan oleh penduduk Gaza karena krisis air bersih yang terjadi akibat genosida. Tanpa adanya akses terhadap air bersih, tak jarang penduduk Gaza terpaksa meminum air hujan, atau memanfaatkan air di genangan yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari. Menyadari bahwa hal tersebut sangat beresiko, pada 8-10 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan air bersih untuk 3.000 orang di Deir Balah.

Krisis air bersih merupakan masalah serius bagi penduduk Gaza. Selama dua tahun genosida, Israel telah menghancurkan sebagian besar sumur di Gaza dan membuat instalasi desalinasi pusat terpaksa berhenti beroperasi. Saat ini, hanya ada 17 dari 88 sumur yang masih beroperasi di Jalur Gaza. Gaza kini dipaksa untuk bergantung pada pasokan air yang tidak stabil dari Mekorot, perusahaan air Israel. Mekorot hanya menyediakan sekitar 15.000 meter kubik air per hari, sedangkan Jalur Gaza yang penduduknya mencapai dua juta jiwa membutuhkan 100.000 meter kubik air setiap harinya.
Laporan dari UN Women juga menyatakan bahwa penduduk Gaza seringkali harus berjalan jauh kemudian menunggu berjam-jam hanya untuk menggunakan toilet, dan karena kekurangan air, toilet-toilet ini tidak dapat disiram atau dibersihkan. Buruknya sistem sanitasi akibat genosida membuat banyak penduduk Gaza terjangkit penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak higienis seperti diare dan penyakit kulit.

Menyadari bahwa kebutuhan penduduk Gaza akan air bersih merupakan hal yang sangat mendesak untuk dipenuhi, pada 8-10 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan air bersih untuk penduduk Gaza. Bantuan air bersih yang disalurkan dikirim menggunakan tangki-tangki besar yang memberi manfaat bagi 3.000 orang di Deir Balah.




Melalui tangki-tangki air yang telah memasuki Jalur Gaza, para penduduk mengisi wadah-wadah air yang mereka bawa masing-masing. Dengan bantuan air bersih tersebut, mereka tidak lagi harus minum atau melakukan aktivitas rumah tangga lainnya dengan air hujan atau air genangan. Terima kasih Sahabat Adara, kebaikan darimu telah mengalir deras ke Gaza, menyegarkan dahaga bagi ribuan penduduk yang menerima manfaatnya.








