JAKARTA-Selain cedera fisik, gangguan psikologis juga merupakan salah satu masalah yang mempengaruhi perkembangan anak-anak Gaza. Jika cedera fisik dapat dilihat oleh mata dan dirasakan secara sadar oleh tubuh, gangguan psikologis tidaklah sama. Gangguan psikologis seringkali tidak terlihat kasat mata, bahkan ada individu yang tidak menyadari bahwa mereka menderita gangguan psikologis, dan dalam beberapa kondisi, gangguan psikologis bahkan juga dapat mengganggu kesehatan fisik. Oleh sebab itu, gangguan psikologis terutama pada anak-anak merupakan masalah serius di Gaza. Sebagai respon atas permasalahan tersebut, pada 18 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International memberikan bantuan trauma healing untuk 250 anak di Gaza utara.

Genosida yang berlangsung selama dua tahun telah membuat lebih dari satu juta anak di Jalur Gaza membutuhkan dukungan mental dan psikososial, berdasarkan laporan dari PBB. UNICEF dan WHO juga telah mengonfirmasi bahwa banyak anak Gaza menjadi gagap atau bahkan kehilangan kemampuan berbicara akibat trauma psikologis yang ditimbulkan oleh genosida. Trauma mendalam yang dialami oleh anak-anak Gaza membuat mereka terpaksa berkomunikasi melalui gerakan, tatapan, atau gestur berulang.
Selama dua tahun genosida, anak-anak Gaza menanggung beban yang sangat berat untuk usia mereka yang masih sangat belia. Sebanyak 38.500 anak kehilangan orang tua mereka, 12.800 anak menderita kekurangan gizi akut, dan 660.000 anak tidak bisa kembali ke sekolah. Berbagai penderitaan yang dialami oleh anak-anak Gaza membuat Program Kesehatan Mental Komunitas Gaza (GCMHP) melaporkan bahwa semakin banyak anak di Gaza menunjukkan gejala pascatrauma parah, termasuk mimpi buruk kronis, hipersensitivitas terhadap suara keras, dan mengompol.
Menyadari bahwa menjaga kesehatan mental anak-anak sama pentingnya seperti menjaga kesehatan fisik mereka, pada 18 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International memberikan bantuan trauma healing untuk anak-anak di Jalur Gaza. Bantuan ini menargetkan 250 anak di Gaza utara, dengan rincian 137 anak perempuan dan 113 anak laki-laki berusia 6-12 tahun yang menghadapi berbagai bentuk trauma seperti: takut bersosialisasi, rasa cemas berlebihan, ketakutan yang sangat di malam hari, trauma fisik, susah berkonsentrasi, dan bentuk-bentuk trauma lainnya.

Bentuk pendampingan yang diberikan meliputi dua hal, yang pertama, PSS (Person-in-Situasi): yang dimaksud adalah Pendampingan Sistemik dan Psikologis. Kedua, PFA (Pertolongan Pertama Psikologis), PFA adalah respons awal darurat yang berfokus pada stabilisasi emosi dan dukungan praktis segera setelah trauma. Selain itu, tim Adara juga menyelenggarakan berbagai kegiatan hiburan dan permainan guna mengurangi rasa trauma anak-anak Gaza akibat genosida.




Dua tahun genosida telah membuat senyum di wajah anak-anak Gaza menjadi sangat langka. Di tengah kekurangan makanan dan air bersih, kehilangan orang tua dan orang-orang terdekat, dan pengeboman yang tidak pernah berhenti, anak-anak lebih sering menyaksikan hal yang menakutkan dibanding membahagiakan. Akan tetapi, trauma healing dari Sahabat Adara telah berhasil mengembalikan senyuman, bahkan tawa di wajah polos mereka. Terima kasih Sahabat Adara, berkat bantuan darimu, kini ratusan anak Gaza bisa mendapatkan perawatan untuk memulihkan mental mereka.








