JAKARTA-Dua tahun genosida di Jalur Gaza telah membuat penduduknya mencapai tingkat kelaparan yang tidak terbayangkan. Blokade ketat yang menghalangi masuknya bahan pangan ditambah dengan hancurnya sebagian besar lahan pertanian di Gaza telah membuat penduduknya tidak memiliki akses untuk mendapatkan makanan yang bernutrisi. Akibatnya, ratusan orang meninggal akibat kelaparan dan ratusan ribu lainnya menderita malnutrisi. Dalam upaya untuk mencegah angka tersebut terus bertambah, pada 21 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 5.000 orang di Deir Balah.

Meski saat ini gencatan senjata telah disepakati, namun krisis kelaparan yang terjadi di Jalur Gaza sama sekali belum membaik. Sebanyak 12.800 anak masih menderita kekurangan gizi akut dan 650.000 di antaranya terancam meninggal akibat malnutrisi. Israel juga masih terus menutup perbatasan dan mencegah masuknya truk-truk bantuan yang membawa bahan makanan pokok, susu formula bayi, serta kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya untuk bertahan hidup.
Parahnya kelaparan yang terjadi di Gaza bahkan telah membuat anak-anak tidak bisa mengenali bentuk buah-buahan. Mereka terlihat kebingungan ketika pertama kali melihat buah apel atau semangka, sebab sudah lama sekali buah-buahan tersebut dilarang masuk ke Jalur Gaza. Makanan yang selama ini diketahui oleh anak-anak Gaza hanyalah roti keras yang telah mengering, makanan kaleng, atau serpihan-serpihan makanan apapun yang bisa mereka temukan untuk mengisi perut mereka.

Jika situasi ini terus dibiarkan, semakin banyak penduduk Gaza terancam kehilangan nyawa atau terkena berbagai penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi. Tak ingin hal tersebut terjadi, pada 21 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan makanan siap saji untuk ribuan penduduk Palestina di Gaza. Makanan yang disalurkan dimasak langsung di dapur umum, kemudian dibagikan kepada 5.000 orang di Deir Balah.





Bagi kita, mungkin bisa makan dua atau tiga kali dalam sehari merupakan hal yang biasa karena telah menjadi rutinitas. Namun bagi penduduk Gaza, satu suapan makanan terasa seperti hal yang sangat mahal karena sulitnya mendapatkan makanan selama ini. Oleh sebab itu, bantuan dari Sahabat Adara merupakan berkah yang tak ternilai setelah penduduk Gaza menahan lapar sekian lama.Terima kasih Sahabat Adara, setiap suapan makanan yang kalian salurkan, telah menjadi harapan bagi penduduk Gaza untuk bisa terus bertahan.








