• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Mereka Akan Jadi Anak Jalanan”: Dari Ibu Lima Anak Menjadi Pengasuh 36 Cucu Yatim di Sebuah Tenda

by Adara Relief International
November 25, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
“Mereka Akan Jadi Anak Jalanan”: Dari Ibu Lima Anak Menjadi Pengasuh 36 Cucu Yatim di Sebuah Tenda
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di dalam sebuah tenda di salah satu lingkungan Kota Gaza, Tita Reda Aliwa menyiapkan satu hidangan sederhana untuk 36 cucunya. Anak-anak itu saling berebut, berharap mendapat satu sendok lentil. “Giliran aku, Tita Reda,” pinta salah satu dari mereka. Tita adalah panggilan akrab untuk nenek dalam bahasa Arab.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Dalam wawancaranya dengan Quds News Network, Aliwa berkata, “Dulu anak-anakku merawatku. Sekarang aku merawat anak-anak mereka.”

Kelima putranya terbunuh dalam dua serangan Israel yang hanya berselang empat hari pada September, saat mereka berlindung di kamp pengungsian di Gaza. Serangan itu terjadi hanya beberapa waktu sebelum gencatan senjata rapuh diumumkan pada 10 Oktober. Aliwa sendiri sempat koma karena luka yang dideritanya. Saat tersadar, suaminya menyampaikan kabar memilukan: semua putra mereka telah tiada. Mengabaikan peringatan dokter, Aliwa segera pulang demi cucu-cucunya. “Di rumah sakit, yang kupikirkan hanya mereka,” ujarnya.

Kini, perempuan berusia 60 tahun itu dan suaminya menjadi satu-satunya pengasuh bagi 36 cucu yang selamat dari dua tahun genosida Israel. Cucu-cucunya berusia antara satu setengah bulan hingga 17 tahun. Tanpa sumber penghasilan, keluarga ini mengandalkan bantuan pangan, namun sering kali tetap kekurangan.

“Apa pun yang bisa kudapat, itu yang kami makan. Kadang ada, kadang tidak ada,” kata Aliwa.

Mereka tinggal di kawasan Shujaiya, dekat “garis kuning” sebuah batas ilegal tak terlihat yang memisahkan wilayah yang diawasi ketat oleh pasukan Israel, yang tetap menguasai sekitar 50 persen Jalur Gaza. Mereka tidur hanya beralaskan dua tikar, di dalam tenda yang sudah lapuk, dengan suara ledakan terus terdengar meski ada gencatan senjata.

Aliwa takut kehilangan cucunya di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. “Gencatan senjata macam apa ini? Tidak ada tenda, tidak ada makanan. Apa salah anak-anak ini?” katanya. “Kami takut perang dimulai lagi.”

Ketakutan terbesar Aliwa adalah siapa yang akan merawat cucu-cucunya jika sesuatu terjadi padanya. “Kalau aku mati, apa yang akan terjadi pada mereka? Mereka akan jadi anak jalanan.”

Anak-anak itu hidup dalam kesedihan dan trauma. Ketika menanyakan orang tua mereka, Aliwa hanya bisa menjawab bahwa mereka ada di surga. “Yang kecil bilang, ‘Kalau begitu, Tita, ayo kita ke surga sekarang.’ Yang besar berkata, ‘Hidup itu indah sebelum mereka dibunuh. Sekarang hidup kami gelap.’”

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS), lebih dari 40.000 anak Gaza kehilangan satu atau kedua orang tua selama genosida yang menjadikannya krisis anak yatim terbesar dalam sejarah modern. Sebanyak 17.000 di antaranya kehilangan kedua orang tua sejak Oktober 2023.

Ibtisam, cucu Aliwa berusia 13 tahun, mengenang rumah yang kini hancur:
“Aku ingat rumah kami, kamar orang tuaku, semua kenangan di sana… dan sekarang semuanya hilang. Dulu kami bermain bersama setiap hari. Sekarang semuanya sudah tidak ada.”

Sumber: Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dr. Mustafa Barghouti: Gencatan Senjata Bukan Berarti Perang Telah Berakhir

Next Post

Israel Tingkatkan Penangkapan Perempuan Palestina dengan Tuduhan “Hasutan Digital”

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Israel Tingkatkan Penangkapan Perempuan Palestina dengan Tuduhan “Hasutan Digital”

Israel Tingkatkan Penangkapan Perempuan Palestina dengan Tuduhan “Hasutan Digital”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630