Dr. Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Palestinian National Initiative, menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belum mengakhiri perang di Gaza, Lebanon, maupun kawasan Arab secara keseluruhan. Meski ada gencatan senjata, ia menilai perang sebenarnya belum benar-benar berhenti.
Dalam wawancara melalui Zoom dengan jurnalis Ahmed Salem di program Kalima Akhira pada saluran ONE TV Mesir, Barghouti mengatakan bahwa ini adalah ketiga kalinya Israel melancarkan serangan brutal terhadap Gaza, menimbulkan ratusan korban jiwa, banyak luka-luka, dan kerusakan besar.
Ia menjelaskan bahwa Israel, yang kini menguasai 53 persen Jalur Gaza, berusaha memperluas kontrolnya. Barghouti juga mengemukakan bahwa Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata, salah satunya dengan tetap menutup perlintasan Rafah.
Barghouti mengkritik Netanyahu karena kembali meminta Mesir membuka perbatasan untuk mengeluarkan paksa warga Palestina dari Gaza. Ia menyebut rencana ini pernah gagal karena keteguhan rakyat Palestina dan penolakan tegas Mesir terhadap segala bentuk pemindahan paksa.
Ia menambahkan bahwa tindakan Israel di Tepi Barat dan Gaza merupakan upaya sistematis untuk mengusir seluruh rakyat Palestina. Menurutnya, dunia tidak sepenuhnya melihat kekejaman pendudukan di Tepi Barat, padahal pembakaran, pembunuhan, dan kejahatan terjadi setiap hari. Terdapat sekitar 60 komunitas di Lembah Yordan dan Hebron yang dipaksa mengungsi dan meninggalkan tanah mereka.
![Mustafa Barghouti, pemimpin Partai Inisiatif Nasional Palestina, berbicara dalam konferensi pers mengenai krisis kemanusiaan dan situasi politik di Jalur Gaza, di kota Ramallah, Tepi Barat, pada 15 Oktober 2023 [JAAFAR ASHTIYEH/AFP via Getty Images]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/GettyImages-1726039320-scaled-e1699528235872-750x375.webp)







